Salurkan 689 Paket Seragam Sekolah Gratis, Riyanda : Perkuat Akses Pendidikan bagi Keluarga Prasejahtera
Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto kembali menegaskan komitmennya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Senin (13/7/2026), Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra secara simbolis menyerahkan bantuan seragam sekolah kepada ratusan pelajar dari keluarga prasejahtera dalam apel gabungan Pemerintah Kota Sawahlunto di Lapangan Ombilin.
Program bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah karena keterbatasan biaya perlengkapan pendidikan.
Penerima bantuan merupakan siswa yang berasal dari keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 5 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril, menjelaskan bantuan tahun ini diberikan kepada 689 pelajar, yang terdiri atas 310 siswa SD/MI dan 379 siswa SMP/MTs.
"Setiap penerima memperoleh tiga stel seragam, yaitu seragam nasional, seragam Pramuka, dan seragam tenun Silungkang. Penyalurannya dilakukan secara bertahap melalui sekolah masing-masing," kata Asril.
Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Wali Kota Riyanda Putra mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia daerah. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarganya.
"Pemerintah Kota Sawahlunto terus mengawal pemerataan akses pendidikan melalui berbagai program yang berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah memastikan setiap anak dapat bersekolah dengan layak tanpa terkendala kondisi ekonomi," ujar Riyanda.
Ia menegaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif, sehingga seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih cita-cita.
Selain membantu keluarga penerima manfaat, program ini juga mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Regulasi tersebut mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah memperluas akses pendidikan guna menekan angka putus sekolah serta mengembalikan anak-anak yang belum mengenyam pendidikan ke bangku sekolah.
Pemanfaatan kain tenun Silungkang sebagai salah satu seragam juga dinilai memiliki nilai strategis. Selain menjadi identitas budaya lokal, kebijakan tersebut turut mendorong pelestarian warisan budaya sekaligus memberi dampak ekonomi bagi perajin tenun di Kota Sawahlunto.
Melalui program bantuan seragam gratis ini, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap seluruh peserta didik dari keluarga prasejahtera dapat memulai tahun ajaran baru dengan lebih siap. Di sisi lain, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan layanan pendidikan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. (Ris1)