Sampah Menumpuk Usai Lebaran, Berpotensi Menggerus Kualitas Destinasi Wisata

“Wisata yang kotor akan ditinggalkan, sementara wisata yang bersih akan dirawat oleh pengunjungnya sendiri. Di situlah letak pentingnya membangun kesadaran bersama,” tegas Wakil Bupati Lumajang.

Sampah Menumpuk Usai Lebaran, Berpotensi Menggerus Kualitas Destinasi Wisata
Kerja bakti membersihkan sampah yang menumpuk di kawasan wisata pantai Bambang, Lumajang usai liburan Idul Fitri. (Foto : Dok. Kominfo Lumajang)

Lumajang-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama TNI dan Polri menggelar kerja bakti (korvei) dalam bingkai Gerakan Indonesia Asri, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini tidak sekadar aksi bersih-bersih, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun sistem kesadaran kolektif yang berorientasi jangka panjang.

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk intervensi langsung terhadap persoalan lingkungan yang berpotensi menggerus kualitas destinasi wisata.

“Kegiatan kerja bakti hari ini adalah bukti nyata bahwa kita hadir untuk masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan Pantai Bambang yang pasca Lebaran mengalami peningkatan sampah akibat tingginya kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa pendekatan reaktif semata tidak cukup. Pengelolaan kebersihan kawasan wisata harus bertransformasi dari pola insidental menjadi sistem yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, Gerakan Indonesia Asri diposisikan sebagai instrumen perubahan perilaku sosial.

Menurutnya, kebersihan merupakan variabel kunci dalam ekosistem pariwisata. Ia tidak hanya menentukan kenyamanan pengunjung, tetapi juga memengaruhi lama tinggal wisatawan, tingkat kunjungan ulang, hingga citra destinasi di ruang publik.

“Wisata yang kotor akan ditinggalkan, sementara wisata yang bersih akan dirawat oleh pengunjungnya sendiri. Di situlah letak pentingnya membangun kesadaran bersama,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti bahwa persoalan sampah di kawasan pantai memiliki kompleksitas tersendiri. Selain berasal dari aktivitas wisatawan, sampah juga dipengaruhi oleh arus laut dan tingginya curah hujan yang membawa limbah dari hulu. Artinya, solusi yang dibangun harus lintas sektor dan lintas wilayah.

Karena itu, ia mendorong peran aktif pemerintah desa dan kecamatan, khususnya di wilayah pesisir, untuk tidak hanya mengandalkan kegiatan kerja bakti, tetapi juga membangun mekanisme pengelolaan sampah berbasis komunitas. Mulai dari penyediaan sarana, edukasi, hingga penguatan regulasi lokal menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan paradigma di tengah masyarakat, bahwa kebersihan bukan sekadar kewajiban pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif yang melekat pada setiap individu.

“Lingkungan wisata yang bersih akan memberikan kenyamanan luar biasa bagi pengunjung. Ini juga menjadi contoh nyata bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, kebersihan lingkungan memiliki dampak ekonomi yang nyata. Destinasi yang terkelola dengan baik akan meningkatkan daya tarik investasi, memperkuat sektor UMKM, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Sebaliknya, jika diabaikan, persoalan sampah berpotensi menurunkan kualitas lingkungan, merusak ekosistem pesisir, hingga mengurangi minat kunjungan wisatawan. Dampak ini tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Melalui Gerakan Indonesia Asri, Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya menegaskan arah pembangunan pariwisata yang tidak eksploitatif, tetapi berkelanjutan. Bahwa pertumbuhan sektor wisata harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan membersihkan pantai kita. Karena lingkungan yang bersih akan memberikan dampak besar bagi kemajuan wisata dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Gerakan ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan tidak lahir dari satu aksi besar, melainkan dari konsistensi langkah kecil yang dilakukan bersama. Ketika kesadaran tumbuh dan kolaborasi terbangun, maka menjaga kebersihan bukan lagi beban, melainkan budaya.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, Lumajang tidak hanya menjaga keindahan pantainya, tetapi juga memastikan bahwa generasi mendatang tetap dapat menikmati warisan lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomi tinggi. (Yul/Ard/An-m)

Berita terkait

Ketua Tim Penggerak PKK Batam: Pelajar Harus Hindari Perundungan dan Bijak Gunakan Media Sosial

Ketua Tim Penggerak PKK Batam: Pelajar Harus Hindari Perundungan dan Bijak Gunakan Media Sosial

Batam-Spektroom : Menghadapi perkembangan dunia digital kedepan, penting bagi pelajar diberikan Pembinaan Budi Pekerti, menanamkan nilai nilai moral kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berintegritas dan bertangngung jawab. SMP Negeri 1 Batam melaksanakan Pembinaan Budi Pekerti menghadirkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejateraan Keluarga (TP-PKK) sebagai Narasumber sekaligus

Desmawati, Rafles
UNP Perkuat Daya Saing UMKM Tanah Datar, Pelaku Usaha di Nagari Panyalaian Dibekali Literasi Digital, Keuangan, dan Pajak

UNP Perkuat Daya Saing UMKM Tanah Datar, Pelaku Usaha di Nagari Panyalaian Dibekali Literasi Digital, Keuangan, dan Pajak

Tanah Datar–Spektroom : Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026. Kali ini, UNP menggelar pelatihan peningkatan literasi digital, keuangan, dan perpajakan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar,

Riswan Idris, Rafles
Bupati Tanah Datar Minta OPD Tak Sekadar Berwacana, Inovasi Harus Terasa Manfaatnya bagi Masyarakat

Bupati Tanah Datar Minta OPD Tak Sekadar Berwacana, Inovasi Harus Terasa Manfaatnya bagi Masyarakat

Tanah Datar–Spektroom : Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan meningkatnya ekspektasi publik terhadap pelayanan pemerintah, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak berhenti pada gagasan-gagasan di atas kertas. Setiap inovasi, katanya, harus berujung pada perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pesan itu

Riswan Idris, Rafles
Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Ambon-Spektroom : Ketua DPD Partai Perindo Kota Ambon, Patrick Moenandar, meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 pada kategori Dampak Sosial Terbesar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensinya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfat bagi masyarakat. Penghargaan diterima dalam ajang apresiasi yang digelar Partai Perindo sebagai bentuk pengakuan terhadap

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
ссс