SAR Ternate Kirim Tim Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Halmahera Barat
Spektroom - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wisata Provinsi Maluku Utara dalam beberapa hari ini mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah dan meluapnya sungai yang mengakibatkan banjir di Kecamatan Ibu Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.
Hujan yang mengguyur Kabupaten Halmahera Barat sejak Selasa (6/1/2026) membuat meluapnya sungai Ibu yang berada di Kecamatan Ibu sehingga membuat Kampung Cina dan Tabaru terendam banjir.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (BAZARNAS) Ternate Iwan Ramdani mengatakan, hujan deras dalam beberapa hari mengguyur wilayah Maluku Utara, sehingga terjadi luapan sungai mengakibatkan banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Ibu Kabupaten Halmahera Barat di Kecamatan Ibu yaitu kampung Cina dan Tabaru.
Menurutnya, akibat guyuran hujan deras pada tanggal 6 dan 7 Januari 2026 terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Halmahera Barat. Pada tanggal 7 Januari 2026, sekitar Pukul. 07.30 WIT, Debit air semakin tinggi yang mengakibatkan beberpa sungai meluap serta tanggul dan bronjong jebol mengakibatkan air menggenangi pemukiman warga di beberapa desa yang mengakibatkan warga terjebak. Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut ke Pemerintah Daerah setempat dan selanjutnya meneruskan ke Kantor SAR Ternate dan meminta bantuan SAR.
Menindaklanjuti laporan tersebut Tim Rescue Kantor SAR Ternate dibagi menjadi 2 SRU untuk diberangkatkan ke Halmahera Barat. SRU 1 Kapal KN SAR 237 Pandu Dewanata Bergerak dari Pelabuhan Ahmad Yani Ternate menuju Pelabuhan Jailolo dengan membawa peralatan guna keperluan operasi SAR.
Sementara SRU 2 menggunakan Rescue Car dan Truck Personel menuju Pelabuhan Sidangoli kemudian akan bergerak langsung menuju lokasi banjir di Kecamatan Ibu. Untuk melakukan bantuan evakuasi terhadap warga yang masih terjebak banjir.
Unsur yang terlibat BASARNAS, BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD Halmahera Barat. TNI/POLRI, Potensi SAR lainnya dan Masyarakat Setempat.
Pemerintah Daerah melalui BPBD sementara menuju ke lokasi Kecamatan Ibu. Pada Selasa malam (6/1/2026) sempat menuju ke lokasi namun karena jalan tergenang air cukup tinggi sehingga tidak bisa dilalui kendaraan dan belum bisa tembus ke kecamatan Ibu.