Satgas BBM Polres Biak Gencar Lakukan Penertiban Penyaluran BBM
Biak-Spektroom : Satuan Tugas Bahan Bakar Minyak (Satgas BBM) Polres Biak Numfor kembali melakukan pemantauan dan penertiban penyaluran BBM bersubsidi di tiga SPBU di Kabupaten Biak Numfor, Selasa 18 Agustus 2026.
Ketiga SPBU yang menjadi lokasi pemantauan yakni SPBU Dolog di Jalan Sisingamangaraja, SPBU Bempo di Jalan Jenderal Sudirman, dan SPBU Fajar Papua.
Kasat Reskrim Polres Biak Numfor, Iptu Daniel Z. Rumpaidus, menyebut penertiban dilakukan untuk memastikan masyarakat yang memiliki hak mendapatkan BBM bersubsidi dapat memperoleh pelayanan secara adil. Kepolisian tidak melarang masyarakat melakukan pengisian selama menggunakan kendaraan dengan tangki standar dan sesuai prosedur.
“Kami melakukan penindakan bagi mereka yang menggunakan tangki-tangki modifikasi. Artinya, masyarakat yang memiliki hak untuk melakukan pengisian menggunakan tangki standar, silakan saja,"ungkapnya.
Menurutnya, pengawasan tersebut dilakukan di seluruh wilayah kerja Polres Biak Numfor sebagai bagian dari upaya memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.
“Artinya, ketika masing-masing mengisi dengan haknya yang sama, otomatis orang lain juga mendapatkan bagian. Jadi siklus ini berputar terus. Silakan masyarakat yang memiliki hak untuk mengisi, kami hanya membantu pemerintah daerah untuk menertibkan pelaku-pelaku yang memiliki kepentingan di dalamnya,” tandas Iptu Daniel.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang menemukan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk melaporkannya kepada kepolisian setempat.
Demikian pula, masyarakat diminta tidak melakukan tindakan sendiri, tetapi dapat mendokumentasikan dugaan pelanggaran sebagai bahan laporan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Sementara Muhammad Rusman Sukmajaya sebagai salah satu warga, menyambut baik penertiban yang dilakukan kepolisian, karena pengawasan ini sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Kami sangat bersyukur sekali bisa merasakan BBM Pertalite, sebab selama ini antreannya begitu banyak. Kami setengah mati sekali untuk menunggu, karena ini sangat membantu kami untuk dapat pergi beraktivitas dan bekerja,” katanya.
M.Rusman berharap pengawasan dan penertiban dapat dilakukan secara berlanjut agar BBM bersubsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.