Satgas Jaga Permukiman Kameloh Baru Palangka Raya dari Ancaman Karhutla
Palangka Raya - Spektroom: Keselamatan permukiman warga menjadi prioritas utama ketika kobaran api di lahan gambut Kelurahan Kameloh Baru terus bergerak mendekati kawasan hunian. Berpacu dengan waktu, ratusan personel Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kota Palangka Raya mengepung titik api dari berbagai arah, Rabu (29/07/2026), untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam rumah-rumah warga.
Strategi pengepungan dilakukan agar proses pemadaman berlangsung lebih cepat, tepat, dan efektif. Dengan menekan pergerakan api dari berbagai sisi, petugas berupaya mempersempit ruang rambat kebakaran sekaligus melindungi permukiman serta wilayah lain di sekitarnya.
Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet mengatakan operasi pemadaman melibatkan BPBD Kota Palangka Raya, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, TNI, Polri, relawan, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Sebanyak 20 tim dengan kekuatan sekitar 115 personel diterjunkan ke lapangan. Setiap tim yang beranggotakan lima hingga tujuh orang ditempatkan di sejumlah sisi lokasi kebakaran untuk mengurung titik api.
"Pemadaman dilakukan dengan pola pengepungan agar titik api dapat ditangani dari berbagai arah dan tidak memiliki ruang untuk meluas. Keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama," ujar Balap.
Selain pemadaman melalui jalur darat,1 unit helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut dikerahkan untuk mempercepat pengendalian api dari udara.
Kebakaran di Kameloh Baru pertama kali dilaporkan pada Minggu (26/7/2026). Hingga Rabu, luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 40 hektare.
Di lapangan, petugas menghadapi tantangan berat akibat semakin terbatasnya sumber air. Kondisi lahan gambut yang kering menyebabkan sejumlah embung dan penampungan air mulai mengering sehingga menyulitkan proses pemadaman. Untuk mengatasi kendala, BPBD bersama Manggala Agni Daops Palangka Raya membuat sumur bor yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air selama proses pemadaman dan pembasahan lahan.
Pemadaman dipusatkan di Kameloh Baru karena kawasan ini menjadi salah satu penyumbang asap yang memengaruhi kualitas udara di Kota Palangka Raya. Lokasinya yang relatif dekat dengan Bandar Udara Tjilik Riwut juga menjadi perhatian karena kabut asap sempat menyelimuti kawasan sekitar bandara.
Operasi penanganan diperkirakan masih berlangsung hingga 1 pekan dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Tim utama difokuskan mengendalikan kepala api, sementara tim lainnya melakukan pemadaman lanjutan dan pembasahan agar bara tidak kembali memicu asap.
BPBD Kota Palangka Raya kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sejak dini sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar. (Polin-Usep/ndk)