Trending

Satpol PP Tempurejo Turun Tangan Redam Panic Buying BBM di Jember

Satpol PP Tempurejo Turun Tangan Redam Panic Buying BBM di Jember
Antrian BBM di sejumlah SPBU di kota Jember dan kecamatan Tempurejo masih terjadi pada Selasa (08/09/2026) siang (Foto Diskominfo Jember)

Jember – Spektroom: Aksi panic buying Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Pemerintah Kecamatan Tempurejo menerjunkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengawasi langsung ketersediaan dan distribusi BBM di SPBU 54.681.31 Tempurejo, Selasa (8/9/2026).

Pengawasan tersebut dilakukan atas instruksi Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., sebagai langkah antisipasi agar kondisi di lapangan tetap terkendali sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai ketersediaan BBM secara transparan.

Camat Tempurejo Adi Kusnandar Zulkifli Ahmad Husein, S.H., M.M., menerjunkan personel Satpol PP bersama staf kecamatan untuk melakukan pemantauan di lokasi. Tim tersebut terdiri atas Slamet Riyadi, M. Jazuli, Ahmad B. Setiawan, Didik Anggriawan, Munadi Adehan, Febri Ainul Yakin, dan Hafidz dari PPID.

Petugas memantau sejumlah aspek, mulai dari stok BBM, pergerakan antrean kendaraan hingga situasi keamanan di kawasan SPBU.

Anggota Binmas Satpol PP Tempurejo, Munadi Adehan, mengatakan pengawasan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.

“Pengawasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan distribusi BBM di wilayah Tempurejo tetap terpantau dan tidak memicu keresahan di tengah masyarakat. Saat pemantauan, antrean kendaraan relatif terkendali,” ujar Munadi.

Pertalite Kosong, Pasokan Baru Dijadwalkan Masuk

Sementara itu, Foreman SPBU 54.681.31 Tempurejo, Abdul Halim, menyampaikan kondisi stok BBM di SPBU tersebut saat dilakukan pemantauan.

Stok Pertamax tercatat sekitar 2.000 liter, Dexlite 400 liter, dan Biosolar B40 sebanyak 2.000 liter. Adapun Pertalite dalam kondisi kosong.

Menurut Abdul Halim, pasokan berikutnya dijadwalkan masuk pada dini hari setelah pukul 00.00 WIB. Masing-masing jenis Pertalite, Biosolar B40, dan Pertamax diperkirakan mendapat pasokan sebanyak 8.000 liter.

“Untuk jenis Pertalite saat ini dalam kondisi kosong. Namun, pengiriman BBM berikutnya dijadwalkan masuk dini hari nanti setelah pukul 00.00 WIB, dengan pasokan masing-masing 8.000 liter untuk Pertalite, Bio Solar B40, dan Pertamax,” katanya.

Meski salah satu jenis BBM kosong, situasi antrean kendaraan saat pengawasan berlangsung masih terpantau normal. Tercatat sekitar 10 sepeda motor, tiga mobil, dan tiga dump truck berada dalam antrean.

Namun, kelancaran distribusi BBM masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Abdul Halim menyebut adanya system error dalam proses pengiriman dari Pertamina. Selain itu, antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Ketapang turut berdampak terhadap kelancaran distribusi.

“Terdapat kendala berupa system error pada proses pengiriman Pertamina. Selain itu, kelancaran distribusi juga terdampak antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Ketapang,” ujarnya.

Pemerintah Minta Warga Tak Panik

Pemerintah Kecamatan Tempurejo memastikan pengawasan terhadap perkembangan pasokan BBM akan dilakukan secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kekosongan stok berkembang menjadi kepanikan dan pembelian BBM secara berlebihan.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, serta membeli BBM sesuai kebutuhan.

Pemerintah berharap keterbukaan informasi mengenai stok dan jadwal distribusi dapat menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah antrean panjang dan keresahan di tengah isu keterbatasan pasokan BBM.

Dengan pengawasan langsung di lapangan, pemerintah kecamatan menegaskan distribusi BBM di Tempurejo akan terus dipantau agar tetap berjalan tertib, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat. (budi)

Berita terkait

Menteri Dody Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai Angke Kurangi Risiko Banjir

Menteri Dody Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai Angke Kurangi Risiko Banjir

Tangerang – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat upaya pengendalian banjir di kawasan Kali Angke melalui penanganan menyeluruh pada kondisi sungai dan infrastruktur pengendali banjir dalam menghadapi musim hujan. Menteri PU Dody Hanggodo bersama Gubernur Banten Andra Soni dan jajaran pemerintah daerah meninjau langsung kondisi Kali Angke dengan menyusuri sungai menggunakan

Nurana Diah Dhayanti