Satu Bulan Kekeringan Landa Dua Kecamatan di Padang
Spektroom - Sudah sebulan lebih pascabanjir bandang di Kota Padang, masyarakat di dua kecamatan mengalami krisis air bersih karena kekeringan.
Kekeringan terjadi di Kecamatan Kuranji dan Pauh, memaksa warga mengantre jeriken, menyusun ember dan semua tempat penampungan air berjejer di sepanjang tepian ruas jalan, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji. Namun usaha tersebut belum tentu membuahkan hasil. Sebab pasokan air bersih bergantung pada suplai mobil tangki air dari sejumlah instansi atau pun bantuan pihak swasta yang datang bergiliran.
Zil salah seorang warga di kecamatan kuranji mengatakan, setiap hari dirinya dan keluarga bergantian menunggu kiriman air bersih bahkan sampai tengah malam. Biasanya dalam sehari paling tidak ada satu mobil tangki air yang datang untuk mendistribusikan air bersih bagi warga di sekitar rumahnya. Namun sudah empat hari ini, mobil tangki air bersih tidak pernah lagi datang. Dengan kondisi itu, ia terpaksa melangsir air bersih dari komplek perumahan sebelah yang mendapat pasokan air bersih.
"Di komplek sebelah setiap hari rutin ada pendistribusian air bersih dari Dinas Pekerjaan Umum. Satu tangki mobil air bersih dipastikan selalu datang sehingga saya ikut menampung air bersih di sini," ungkap Zil, Kamis (29/01/2026).
Kekeringan di Kecamatan Kuranji dan Pauh, Kota Padang terjadi akibat banjir bandang yang merusak total infrastruktur irigasi dan bendungan Gunung Nago, sehingga menghentikan pasokan air permukaan. Ditambah pula dengan cuaca panas yang terjadi sebulan terakhir memperparah keringnya sumur warga.
Kondisi serupa juga dialami Elianti, warga Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh. Ia selama ini mengandalkan air dari sumur gali untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci. Akan tetapi pascabanjir, sumurnya kering.
"Sejak banjir, air sungai itu tidak mengalir masuk ke saluran irigasi dan sumur warga. Otomatis sumur kering. Untuk memenuhi kebutuhan air hanya nunggu bantuan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton membenarkan, kekeringan terjadi akibat jaringan irigasi rusak sehingga tidak mengalir ke sawah dan sumur-sumur resapan milik warga.
“Sebagian besar warga yang tinggal di wilayah hulu Batang Kuranji, seperti di Kecamatan Pauh dan Kuranji menggunakan sumur untuk sumber air. Akibat irigasi rusak, sumur mereka pun kering,” ujarnya.
Guna memenuhi kebutuhan air warga, BPBD Padang telah menempatkan tandon air di permukiman warga. Setiap hari mobil tangki air bersih mengirim air. Tidak hanya BPBD Padang, pengiriman air bersih juga didukung PMI, TNI, Polri, Dinas Pekerjaan Umum, dan pihak donatur.