Satu Jemaah Haji Malut Kloter 15 Embarkasi Makassar Masih Dirawat di RS Jeddah

Satu Jemaah Haji Malut Kloter 15 Embarkasi Makassar Masih Dirawat di RS Jeddah
Jemaah haji Maluku Utara saat tiba Ternate (Foto:Kemenhaj Malut)

Ternate-Spektroom : Setelah jamaah haji Maluku Utara yang tergabung pada kloter 13 dan 15 Makassar tiba kembali di Ternate, satu jemaah haji atas nama Mohtar Karim masih menjalani perawatan di Jeddah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku Utara H. M. Zaber Wahid kepada Spektroom Selasa (16/6/2026) mengatakan, saat ini masih ada satu jemaah haji asal Maluku Utara yang tergabung dalam Kloter 15 hingga kini masih menjalani perawatan di Jeddah, Arab Saudi.
Menurut Zaber, hingga kini masih menunggu informasi terbaru dari tim medis di Arab Saudi terkait perkembangan kondisi kesehatan jemaah tersebut.
"Kami masih menunggu informasi tentang kondisi jemaah haji yang masih di rawat di Jeddah," ujar H. Zaber.

Sesuai laporan yang diterima dari tim dokter kata H. Zaber bahwa saat proses kepulangan jemaah haji ke Tanah Air, kondisi jemaah haji sudah menunjukkan perkembangan positif, namun masih berada di bawah aturan medis sehingga tidak diperbolehkan untuk melakukan penerbangan.

Dengan alasan kesehatan, yang bersangkutan belum dapat dipulangkan bersama rombongan Kloter 15 sehingga tetap menjalani perawatan di rumah sakit di Jeddah.
Jemaah haji atas nama Mohtar Karim masih harus menjalani perawatan hingga sehat dan dinyatakan layak terbang oleh tim medis.

Pihak Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Maluku Utara berharap kondisi kesehatan jemaah haji tersebut terus membaik sehingga dapat segera dipulangkan dan berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman.

Berita terkait

Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Padang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat upaya perlindungan anak melalui pengembangan mekanisme rujukan terpadu bagi Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK), termasuk anak yang terdampak atau terpapar jaringan kekerasan ekstremisme. Penguatan tersebut dibahas Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Deputi Deradikalisasi BNPT sekaligus Direktur Idensos Densus 88 AT, Irjen

Rafles
ссс