Satukan Langkah Tangani Banjir, BPBD Jember Gelar Rapat Koordinasi Lintas Instansi di Pusdalops

Satukan Langkah Tangani Banjir, BPBD Jember Gelar Rapat Koordinasi Lintas Instansi di Pusdalops
Rapat ini dihadiri oleh BPBD, PU BMSDA, PRKP & Cipta Karya, Dinsos, Dinkes, Dishub, Kominfo, PLN, Damkar, PMI, hingga unsur kecamatan, kelurahan, dan relawan Tagana.(Foto BPBD Jember)

Spektroom - Upaya percepatan penanganan dampak banjir di Kabupaten Jember terus dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Bencana Banjir yang digelar di PUSDALOPS BPBD, pada Jum'at (19/12/2025).

Kepala BPBD kabupaten Jember Indra Tri Purnomo, dalam paparannya menjelaskan kondisi terkini, potensi risiko lanjutan, serta pentingnya kolaborasi antar instansi agar penanganan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Pembahasan utama dalam rapat ini berfokus pada rencana penanganan dampak banjir yang dijadwalkan pada Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 08.00 WIB di Jalan Sumatra, tepatnya di sekitar Jembatan Gladak Kembar,” jelasnya.

“Lokasi tersebut dinilai rawan karena adanya barongan bambu yang menyangkut di aliran sungai dan berpotensi memperparah luapan air,” tambahnya.

Setiap instansi yang hadir menyampaikan kesiapan dan perannya masing-masing dalam penanganan banjir.

Menurut Indra Tri Purnomo BPBD Kabupaten Jember menyatakan kesiapan menerjunkan lima personel lengkap dengan peralatan chainsaw untuk mendukung pembersihan material penyumbat aliran sungai.

Damkar juga siap menurunkan tiga personel dengan catatan kebutuhan tambahan berupa tali pengaman. Dinas Cipta Karya menyatakan kesiapan sepuluh personel dan satu armada yang dijadwalkan mulai bergerak sekitar pukul 10.00 WIB, sementara Dishub akan melakukan pengaturan lalu lintas, termasuk penutupan total dan pengalihan jalur, dengan koordinasi bersama pihak kelurahan setempat.

Aspek sosial dan kemanusiaan turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Dinas Sosial menyampaikan kesiapan mendirikan dapur umum untuk mendukung kebutuhan konsumsi petugas dan warga terdampak.

PMI memberikan masukan penting agar pembersihan sumur warga dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat demi menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Dinas Kesehatan siap mendukung layanan kesehatan apabila diperlukan selama proses penanganan berlangsung.

Dalam rapat tersebut, PLN juga menyampaikan himbauan penting terkait keselamatan kelistrikan saat banjir. PLN menegaskan bahwa jika genangan air telah mencapai mata kaki dan berpotensi meningkat, aliran listrik perlu dipadamkan untuk mencegah resire

Rapat ini dihadiri oleh BPBD, PU BMSDA, PRKP & Cipta Karya, Dinsos, Dinkes, Dishub, Kominfo, PLN, Damkar, PMI, hingga unsur kecamatan, kelurahan, dan relawan Tagana.

"Melalui koordinasi yang solid dan perencanaan yang matang, Pemerintah Kabupaten Jember berharap penanganan banjir dapat berjalan lebih efektif serta memberikan rasa aman bagi masyarakat," pungkas Indra Tri Purnomo. (Budi S)

Berita terkait