Sawahlunto Bidik Ekonomi Kreatif Berbasis Warisan Tambang: Dari Limbah Batubara Jadi Perhiasan Bernilai Tinggi
Spektroom - Pemerintah Kota Sawahlunto terus memperkuat arah transformasi ekonomi pascatambang melalui sektor ekonomi kreatif. Salah satu upaya tersebut mengemuka dalam audiensi Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, dengan owner industri kreatif Legam Jewelry, Alvinska Octaviana, Selasa (10/2/2026), yang membahas peluang pengembangan pemanfaatan limbah batu bara menjadi produk aksesoris perhiasan bernilai jual tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, Alvinska memaparkan bahwa minat pasar terhadap perhiasan berbahan limbah batu bara menunjukkan tren positif. Peningkatan pesanan tercatat baik melalui penjualan daring maupun partisipasi Legam Jewelry dalam berbagai pameran nasional dan internasional.
Menurut Alvinska, daya tarik produk perhiasan berbasis limbah batu bara tidak hanya datang dari pasar domestik, tetapi juga dari pasar mancanegara, khususnya Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa produk dengan narasi keberlanjutan dan nilai historis memiliki posisi kompetitif di pasar global.
Potensi ini dinilai membuka ruang tumbuh yang kuat bagi Sawahlunto untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis inovasi material dan cerita lokal, sekaligus menjawab tantangan diversifikasi ekonomi daerah.
Saat ini, Legam Jewelry telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pengrajin limbah batu bara di Sawahlunto. Para pengrajin yang sebelumnya memproduksi cenderamata diarahkan untuk mengembangkan produk aksesoris perhiasan, sementara proses finishing dilakukan di studio Legam Jewelry di Bandung.
Model kolaborasi ini dinilai strategis karena tetap menempatkan Sawahlunto sebagai basis produksi awal, sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas keterampilan pengrajin lokal agar mampu menghasilkan produk dengan standar pasar premium
Dengan mempertimbangkan tren pasar tersebut, Legam Jewelry menyampaikan bahwa penguatan ekosistem produksi di Sawahlunto berpotensi membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan pengrajin, serta memperkuat identitas Sawahlunto sebagai kota kreatif yang mampu mengolah warisan tambang menjadi produk ekonomi masa kini.
Pendekatan ini sejalan dengan upaya Sawahlunto dalam memaknai kembali sejarah pertambangan, tidak hanya sebagai masa lalu, tetapi sebagai sumber inspirasi ekonomi berkelanjutan.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan kesiapan Pemerintah Kota untuk menindaklanjuti melalui berbagai bentuk sinergi.
Pemko Sawahlunto, menurut Riyanda, dapat mendorong kolaborasi pada event kreatif, pelatihan pengrajin melalui workshop maupun Balai Latihan Kerja (BLK), serta penguatan jejaring ekonomi kreatif melalui creative hub di desa dan kelurahan.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pengembangan industri kreatif berbasis limbah batu bara dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Sawahlunto.
Inisiatif pemanfaatan limbah batu bara menjadi perhiasan bernilai tinggi mencerminkan arah baru pembangunan Sawahlunto: transformasi pascatambang berbasis kreativitas, keberlanjutan, dan ekonomi bernilai tambah. Jika dikembangkan secara konsisten, Sawahlunto berpeluang menjadi contoh nasional dalam mengolah warisan industri lama menjadi kekuatan ekonomi kreatif masa depan. (Rita-Riswan)