Sawahlunto Gelar Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026, Perkuat Posisi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim

Sawahlunto Gelar Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026, Perkuat Posisi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim
Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026, Perkuat Posisi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim. (Foto: Diskominfo Swl)

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto menggelar Sosialisasi dan Seremoni Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal sekaligus mendukung pengembangan Sawahlunto sebagai destinasi wisata ramah muslim.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, Selasa 3 Juni 2026 tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, Kantor Kemenag, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat. Setelah kegiatan di aula, sosialisasi dilanjutkan secara langsung ke sejumlah lokasi usaha dan area pasar di Kota Sawahlunto.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa implementasi Wajib Halal Oktober 2026 bukan hanya sebatas pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing produk lokal dan memperkuat sektor pariwisata yang ramah bagi wisatawan muslim.

Produk yang telah memiliki sertifikat halal dinilai memiliki nilai tambah karena memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen, khususnya wisatawan muslim yang semakin memperhatikan aspek kehalalan dalam memilih produk makanan, minuman, kosmetik, maupun barang konsumsi lainnya.

Dilansir dari rilis Diskominfo, Kamis (4/6/2026) rangkaian kegiatan diawali dengan Launching Wajib Halal Oktober (WHO) 2026, yang menandai dimulainya penguatan implementasi ketentuan terkait kewajiban sertifikasi halal bagi sejumlah kategori produk yang beredar di masyarakat.

Melalui kebijakan tersebut, produk yang telah memenuhi ketentuan akan mencantumkan informasi halal sebagai bentuk transparansi kepada konsumen. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengidentifikasi produk yang telah melalui proses sertifikasi sesuai standar yang berlaku.

Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat halal kepada sejumlah pelaku UMKM yang telah menyelesaikan proses pendaftaran dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BPJPH.

Proses sertifikasi mencakup pemeriksaan bahan baku, proses produksi, hingga penerapan sistem jaminan produk halal yang dijalankan oleh pelaku usaha. Sertifikat halal diserahkan secara simbolis oleh perwakilan pemerintah daerah, Kantor Kemenag, dan BPJPH sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen pelaku usaha dalam menghadirkan produk yang terjamin kehalalannya.

Para pelaku UMKM yang menerima sertifikat mengaku terbantu dengan program pendampingan sertifikasi halal yang selama ini dilakukan oleh pemerintah dan Kementerian Agama. Selain meningkatkan kepercayaan konsumen, sertifikat halal juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk lokal.

Dalam sosialisasi tersebut, petugas menjelaskan tahapan pendaftaran sertifikasi halal, persyaratan administrasi, mekanisme verifikasi, hingga manfaat yang dapat diperoleh pelaku usaha setelah memiliki sertifikat halal. Selain itu, peserta juga diberikan panduan teknis mengenai penggunaan sistem digital yang digunakan dalam proses pengajuan sertifikasi.

Pemerintah berharap melalui sosialisasi yang dilakukan secara masif, semakin banyak pelaku usaha di Sawahlunto yang memahami pentingnya sertifikasi halal dan segera mengurus legalitas produknya.

Selain meningkatkan perlindungan konsumen, implementasi Wajib Halal Oktober 2026 juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan daya saing produk UMKM dan penguatan citra Sawahlunto sebagai kota wisata yang nyaman bagi wisatawan muslim.

Dengan berakhirnya rangkaian sosialisasi di pasar, kegiatan ditutup secara tertib sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. (ril/ris1)

Berita terkait

‎Uji Coba Portal Perlinsos Digital di 43 Daerah, Surabaya Capai 99,82%

‎Uji Coba Portal Perlinsos Digital di 43 Daerah, Surabaya Capai 99,82%

Surabaya-Spektroom : Pemerintah mempercepat sinkronisasi data lintas kementerian dan lembaga melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Tujuannya agar penyaluran bantuan sosial lebih akurat dan tidak lagi salah sasaran. Peninjauan implementasi sistem tersebut dilakukan Badan Komunikasi Pemerintah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) di Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Selasa (28/7/2026). Dalam

Rafles
HUT Kodaeral III Diperingati dengan Aksi Sosial, Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis

HUT Kodaeral III Diperingati dengan Aksi Sosial, Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis

Jakarta - Spektroom : Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) III tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan pengabdian prajurit Jalasena, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata membantu masyarakat. Kodaeral III menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) dan bakti kesehatan (bakkes) sebagai bentuk kepedulian serta memperkuat

Asmari, Buang Supeno
Gandeng Dunia Usaha, BKKBN Maluku Utara Perkuat Program GENTING untuk Percepat Penurunan Stunting

Gandeng Dunia Usaha, BKKBN Maluku Utara Perkuat Program GENTING untuk Percepat Penurunan Stunting

Subaim-Spektroom : Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Maluku Utara memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan menggandeng dunia usaha melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku

Nanang Adrany, Buang Supeno
ссс