Uji Coba Portal Perlinsos Digital di 43 Daerah, Surabaya Capai 99,82%
Surabaya-Spektroom : Pemerintah mempercepat sinkronisasi data lintas kementerian dan lembaga melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Tujuannya agar penyaluran bantuan sosial lebih akurat dan tidak lagi salah sasaran.
Peninjauan implementasi sistem tersebut dilakukan Badan Komunikasi Pemerintah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) di Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Selasa (28/7/2026). Dalam dialog dengan pemerintah daerah dan masyarakat, terlihat bagaimana data penerima bantuan kini diverifikasi melalui sistem yang terhubung dengan berbagai basis data pemerintah.
Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Kemkomdigi Aris Kurniawan mengatakan Portal Perlinsos Digital memanfaatkan integrasi data dari berbagai sumber. Penentuan penerima bantuan tidak lagi hanya mengandalkan satu basis data.
"Informasi kependudukan, status pekerjaan, kepemilikan aset, hingga penggunaan listrik dapat diverifikasi secara otomatis untuk menghasilkan data yang lebih akurat," ujar Aris.
"Tujuannya sederhana, yaitu memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Dengan data yang semakin terintegrasi, potensi salah sasaran bisa terus ditekan," lanjutnya.
Untuk mendukung hal itu, Kemkomdigi menyediakan Pusat Data Nasional (PDN) dan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP). Kedua infrastruktur ini memungkinkan pertukaran data antarkementerian dan lembaga berlangsung aman dan real time.
Dampak langsung dari sinkronisasi ini dirasakan masyarakat. Proses verifikasi calon penerima bantuan menjadi lebih cepat dan objektif. Potensi data ganda juga ditekan. Warga yang mengalami perubahan kondisi ekonomi dapat lebih mudah teridentifikasi sehingga bantuan sosial semakin tepat sasaran.
Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memperbaiki data melalui mekanisme sanggah apabila ditemukan ketidaksesuaian. Seluruh pertukaran data dilakukan berdasarkan persetujuan masyarakat sesuai Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi. Perlindungan data juga diperkuat dengan teknologi enkripsi melalui layanan Cryptography as a Service milik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Hingga saat ini, uji coba Portal Perlinsos Digital telah dilaksanakan di 43 kabupaten/kota. Surabaya mencatat capaian pendataan tertinggi, yakni 99,82 persen. Capaian ini menunjukkan kuatnya kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat dalam memastikan akurasi data penerima bantuan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Surabaya. Menurutnya, sinkronisasi data bukan hanya soal pembaruan teknologi, tetapi juga upaya nyata memperbaiki kualitas pelayanan publik.
"Yang sedang dibangun pemerintah bukan hanya sistem digital, tetapi kepercayaan publik. Ketika data semakin akurat, bantuan bisa lebih tepat sasaran, pelayanan menjadi lebih cepat, dan masyarakat memperoleh haknya dengan lebih adil," ujar Qodari.
Ke depan, interoperabilitas data melalui Portal Perlinsos Digital diharapkan menjadi fondasi bagi layanan publik digital yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (RRE/Diut)