Sawahlunto Perkuat Kolaborasi Pariwisata, Disparpora Gandeng Hotel hingga Travel Agent Sambut SISSCa 2026
Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata sebagai langkah strategis meningkatkan daya saing destinasi wisata sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kota Warisan Dunia UNESCO tersebut.
Komitmen itu diwujudkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Disparpora Kota Sawahlunto, Meldi Hidayah Marta, S.STP., M.Si., bersama sejumlah pelaku industri pariwisata, yakni manajemen Hotel Khas Ombilin, Hotel Parai, Kampung Seni Tanah Lapang, serta Aurion Tri Holiday Travel Agent, di Aula Kantor Disparpora, Rabu (8/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata Kota Sawahlunto.
Rapat turut dihadiri Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Prima Yogi Murpi, S.Pd., M.M., beserta jajaran Bidang Promosi dan Ekonomi Kreatif Disparpora.
Kepala Disparpora Kota Sawahlunto Meldi Hidayah Marta mengatakan, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci dalam membangun ekosistem pariwisata yang kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
"Pariwisata tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi yang erat dengan pelaku usaha, pengelola destinasi, perhotelan, biro perjalanan, serta seluruh pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi ini, kita ingin menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap sehingga wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga tinggal lebih lama dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," ujar Meldi.
Menurutnya, forum koordinasi tersebut membahas berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas layanan wisata, memperkuat promosi bersama, serta menyusun paket-paket wisata yang terintegrasi dengan kalender event unggulan Kota Sawahlunto.
Salah satu fokus pembahasan adalah persiapan menyambut Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2026, yang selama ini menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke kota tersebut.
Disparpora bersama seluruh mitra juga sepakat mengoptimalkan potensi wisata sejarah, budaya, kuliner, ekonomi kreatif, hingga atraksi lokal agar menjadi paket wisata yang menarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Meldi menegaskan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang length of stay atau lama tinggal wisatawan di Sawahlunto, sehingga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kami ingin seluruh sektor bergerak bersama. Hotel, travel agent, pengelola destinasi, komunitas kreatif hingga UMKM harus menjadi satu ekosistem yang saling mendukung. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, penguatan sinergi ini juga merupakan bagian dari implementasi visi Wali Kota Sawahlunto untuk mewujudkan Sawahlunto sebagai Kota Wisata dan Kota Event yang Estetik, Futuristik, Hidup dan Menghidupi.
Melalui penandatanganan MoU tersebut, seluruh pihak berkomitmen memperkuat promosi destinasi, meningkatkan kualitas pelayanan wisata, mengembangkan paket wisata terpadu, serta mendukung suksesnya berbagai event berskala regional, nasional, hingga internasional yang digelar di Kota Sawahlunto.
Dengan kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah dan pelaku industri, Sawahlunto optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Sumatera Barat sekaligus memperluas kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (Ris1)