Khitanan Massal PAM Jaya Pecahkan Rekor MURI, Targetkan 5.000 Peserta pada Perayaan 500 Tahun Jakarta
Jakarta – Spektroom : Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, resmi menutup rangkaian kegiatan khitanan massal di Ruang M.H. Thamrin, Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/7/2026). Kegiatan sosial hasil kolaborasi PAM Jaya bersama Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta tersebut mencatatkan prestasi nasional dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Penghargaan MURI diberikan untuk kategori pelaksanaan khitan menggunakan metode klem secara seri dengan jumlah peserta terbanyak. Capaian tersebut diraih setelah jumlah peserta yang mengikuti kegiatan melampaui target awal.
Pramono, mengungkapakan, panitia semula menargetkan sebanyak 2.000 anak mengikuti program khitanan massal. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah peserta meningkat menjadi 2.445 anak.
"Acara khitanan massal ini sebenarnya targetnya adalah 2.000, tetapi laporan terakhir jumlahnya menjadi 2.445. Sehingga dengan demikian ini memecahkan rekor khitanan massal yang diadakan dalam satu periode waktu," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan gratis sekaligus menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMD, dan berbagai elemen masyarakat dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi warga.
Ia, pun memberikan apresiasi kepada PAM Jaya, Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, tenaga medis, relawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas.
"Sebagai bagian dari persiapan menyambut perayaan lima abad Kota Jakarta pada 2027, Pramono bahkan menargetkan jumlah peserta khitanan massal meningkat lebih dari dua kali lipat. Saya minta untuk dipersiapkan dari sekarang. Mudah-mudahan dalam rangka menyambut lima abad Jakarta kita bisa menggelar 5.000 khitanan massal," katanya.

Selain program sosial tersebut, Pramono juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan berbagai hadiah bagi masyarakat dalam rangka peringatan 500 tahun Jakarta. Salah satunya adalah pemberian layanan transportasi umum dan akses ke sejumlah tempat wisata secara gratis selama lima hari berturut-turut sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan penyelenggaraan khitanan massal merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perusahaan kepada masyarakat di luar penyediaan layanan air minum.
"Kegiatan tahun ini merupakan pelaksanaan keempat kalinya yang digelar bersama Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta. Setiap tahun jumlah peserta terus meningkat seiring besarnya minat masyarakat," ucapnya.
Selain menyelenggarakan khitanan massal, ungkapnya, PAM Jaya pada tahun ini juga menyalurkan sebanyak 5.000 toren air kepada warga. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyimpanan air bersih di rumah-rumah warga sehingga pasokan air dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Ia, berharap seluruh program sosial yang dijalankan PAM Jaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan air minum perpipaan bagi warga Jakarta.
"Keberhasilan memecahkan rekor MURI melalui pelaksanaan khitanan massal dengan 2.445 peserta sekaligus menjadi catatan penting bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PAM Jaya," imbuhnya.