Sebanyak 47 Jakpreneur Raup Omzet Rp54,3 Juta dalam Bazar HUT RI di Jaktim
Jakarta - Spektroom : Bazar UMKM pada perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur menjadi ladang transaksi bagi para pelaku usaha. Hingga satu jam sebelum kegiatan berakhir, 47 Jakpreneur peserta berhasil membukukan omzet sekitar Rp54,335 juta.
Omzet tersebut tercatat hingga pukul 15.00 WIB, sementara bazar masih berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Capaian itu menunjukkan kegiatan publik dapat dimanfaatkan sebagai kanal pemasaran langsung bagi pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan, pelibatan Jakpreneur dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu promosi dan pemasaran produk lokal.
“Bazar ini menjadi upaya kami untuk membantu promosi dan pemasaran produk pelaku UMKM sekaligus mengajak masyarakat mencintai produk lokal,” kata Munjirin, Sabtu (29/8/2026).
Bazar tersebut digelar bersamaan dengan puncak perayaan HUT ke-81 RI yang dihadiri sekitar 1.500 orang. Kehadiran masyarakat dan aparatur sipil negara menjadi potensi pasar langsung bagi produk yang dijajakan para Jakpreneur.
Munjirin, berharap kegiatan serupa dapat terus dimanfaatkan untuk membuka akses pasar bagi UMKM binaan. Dengan semakin sering mengikuti kegiatan promosi dan penjualan langsung, produk Jakpreneur diharapkan semakin dikenal dan memiliki jangkauan konsumen yang lebih luas.
Kepala Seksi Perdagangan Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur, Marta Lamindo Sianturi, mengatakan bazar melibatkan Jakpreneur binaan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dari 47 peserta, sebanyak 24 Jakpreneur merupakan binaan Sudin PPKUKM, enam binaan Sudin Nakertransgi, empat binaan Sudin Sosial, dan enam binaan Sudin PPAPP. Sementara tujuh Jakpreneur lainnya menggunakan tenda mandiri.
“Total ada 44 pelaku UMKM di sektor kuliner dan tiga lainnya bergerak di bidang fesyen,” ujarnya.
Menurut, Marta, respons pengunjung terhadap produk yang ditawarkan cukup positif. Selain menghasilkan transaksi, bazar memberikan kesempatan bagi pelaku usaha memperkenalkan produk secara langsung kepada calon konsumen.
Nilai transaksi tersebut juga memperlihatkan pentingnya ruang pemasaran offline bagi UMKM. Pelaku usaha tidak hanya mengandalkan penjualan melalui platform digital, tetapi dapat bertemu langsung dengan konsumen dan membangun jaringan pasar.