Sebuah Ledakan di Dalam Rumah Sebabkan Seorang Anak Meninggal

Sebuah Ledakan di Dalam Rumah Sebabkan Seorang Anak Meninggal
Atap rumah yang hancur akibat ledakan di rumah warga Kampung Pondok RW 09, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat 20 Maret 2026 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Semarang-Spektroom: Sebuah peristiwa ledakan yang menewaskan seorang anak terjadi di rumah warga Kampung Pondok RW 09, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat 20 Maret 2026 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Gilang (9) sedangkan dua korban luka ringan masing-masing Rela (25) dan Rondiyah (50).

Ketika ledakan terjadi disusul kepulan asap cukup tebal, sebagian anggota keluarga berada di dalam rumah

Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian, warga masih beraktivitas di sekitar lingkungan. Tiba-tiba, terdengar dentuman kuat yang membuat warga panik.

Atap rumah dilaporkan roboh dan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan cukup parah.

Laporan warga segera diteruskan ke petugas, dan aparat dari Polsek Gayamsari tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara.

Selanjutnya, tim Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah TKP guna memastikan penyebab ledakan.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban Gilang ditemukan di ruang tengah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka berat yang diduga akibat dampak ledakan.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Semarang untuk penanganan lebih lanjut. Garis polisi telah dipasang di sekitar rumah guna kepentingan penyelidikan.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga menyebabkan atap rumah ambrol, genteng berserakan, serta bangunan toko kelontong di bagian depan rumah mengalami kerusakan.

Sejumlah langkah penanganan telah dilakukan kepolisian. Mulai dari pengamanan lokasi, pendataan saksi, hingga koordinasi dengan tim Gegana dan Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah untuk pemeriksaan lanjutan.

Hasil pendalaman sementara mengarah pada dugaan adanya bahan petasan yang disimpan di dalam rumah. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber pasti ledakan.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menyampaikan, satu korban meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka ringan, dan memastikan lokasi telah diamankan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyimpan maupun merakit petasan secara mandiri. Hal itu berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Berita terkait

Kuras Ratusan Liter Pertalite, Modus “Antre Berkali-kali” Terbongkar di Kubu Raya

Kuras Ratusan Liter Pertalite, Modus “Antre Berkali-kali” Terbongkar di Kubu Raya

Kubu Raya, Spektroom – Praktik curang penyalahgunaan BBM subsidi jenis Pertalite berhasil diungkap jajaran Polsek Sungai Ambawang. Dalam konferensi pers, Jumat (20/03/2026), polisi membeberkan modus terduga pelaku yang dinilai cukup rapi untuk mengelabui petugas SPBU hingga sistem pengawasan digital. Kapolsek Sungai Ambawang IPTU Reyden Fidel Armada menjelaskan, pelaku memanfaatkan

Apolonius welly, Bian Pamungkas