Sekitar 50 Santri Lebih Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masih Dalam Pencarian.

Sekitar 50 Santri Lebih Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masih Dalam Pencarian.
Orang tua Santri korban ambruknya musala Ponpes Al khoziny terus menunggu di Posko pekembangan pencarian anak - anaknya. Foto / Dicky.

Spektroom - Para orang tua Santri korban ambruknya musala Ponpes Al khoziny Buduran - Sidoarjo dengan raut wajah cemas tak bisa disembunyikan. Salah satunya Lutfi Andik, warga Surabaya, saat menunggu kabar tentang anaknya, Azam Habibi.

Hingga memasuki hari Keenam pencarian, Sabtu (4 / 10), ia masih belum mendapat kepastian keberadaan sang buah hati.

“Saya sudah tanya ke pihak pondok, katanya anak saya sudah pulang. Tapi setelah saya cari ke Posko dan Rumah Sakit, sampai hari ini belum ada kepastian,” tutur Lutfi.

Sementara itu, Tim SAR Gabungan pada hari kelima berhasil mengevakuasi Empat Santri sekaligus dari balik reruntuhan bangunan musala tiga lantai yang ambruk.

Proses pembersihan puing terus dipusatkan di sisi utara bangunan yang relatif lebih aman untuk diangkat dengan Alat Berat. Namun, kabar evakuasi itu belum menjadi jawaban bagi Lutfi.

“Saya hanya ingin kepastian, di mana anak saya sekarang. Mudah-mudahan segera ditemukan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, total sembilan korban sudah berhasil dievakuasi kemarin Jumat (3/10). Sementara sekitar 50 Santri lain masih dalam pencarian. Suasana haru masih menyelimuti area evakuasi, di mana puluhan orang tua santri berkumpul dengan doa dan harapan agar putra mereka segera ditemukan.

Sejumlah Ambulans juga terus disiagakan di sekitar lokasi untuk mempercepat penanganan korban tambahan jika kembali ditemukan. ( Agus Suyono)

Berita terkait

DPRD Sumbar Susun Ranperda Keolahragaan, KONI Dorong Digitalisasi Data dan Kesejahteraan Atlet

DPRD Sumbar Susun Ranperda Keolahragaan, KONI Dorong Digitalisasi Data dan Kesejahteraan Atlet

Padang–Spektroom : DPRD Sumatera Barat mulai menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan yang disesuaikan dengan berbagai regulasi nasional terbaru. Penyusunan naskah akademik ranperda tersebut diawali dengan rapat dengar pendapat bersama organisasi-organisasi olahraga di Sumatera Barat, Rabu (24/6/2026). Rapat dipimpin Ketua Tim Penyusun Ranperda Penyelenggaraan Keolahragaan, Salamat

Rafles