Sektor Pariwisata Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Terbesar di Banyuwangi
Pertumbuhan perekonomian di Banyuwangi sebesar 5,65 persen, lebih tinggi dari Jawa Timur 5,33 dan nasional 5,11 persen.
Banyuwangi-Spektroom :
Sektor Pariwisata merupakan bagian terbesar yang memberikan sumbangan paling tinggi dalam pertumbuhan ekonomi tahun 2025 di kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara yang naik hingga 8,64 persen dari tahun lalu.
Kepala Badan Pusat Statistik Banyuwangi Abdus Salam, mengatakan sektor yang mengalami pertumbuhan paling tinggi di 2025 dibandingkan tahun 2024, adalah sektor jasa, terutama pariwisata yang melaju hingga 8,64 persen, disusul sektor transportasi dan pergudangan dengan laju 8,4 persen.
“Sektor pariwisata mengalami pertumbuhan yang paling tinggi seiring dengan jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara yang naik hingga 8,64 persen dari tahun lalu. Disusul sektor jasa transportasi naik 8,4 persen, karena adanya peningkatan mobilitas pada berbagai moda transportasi baik kereta api, bus dan pesawat udara,” terangnya, Rabu (8/4/2026).
Selain itu menurut Abdus, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi juga, di topang tiga sektor penyumbang utama yakni sektor pertanian, sektor perdagangan, dan sektor konstruksi.
“Secara struktural, pertanian di Banyuwangi masih menjadi penyumbang ekonomi tertinggi pertumbuhannya 4,36 persen dari tahun lalu. Salah satu indikasinya produksi gabah kering giling mengalami kenaikan 15,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Abdus.
Abdus menambahkan untuk realisasi penanaman modal asing (PMA) dan dalam negeri (PMDN) juga naik secara kumulatif di 2025.
“Di tahun 2025 tidak ada sektor lapangan pekerjaan yang mengalami kontraksi di Banyuwangi, semuanya tumbuh,” pungkasnya.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Banyuwangi, Ferdy Elfian, mengatakan tumbuhnya sektor usaha di Banyuwangi tak lepas dari kebijakan yang tepat.
"Kebijakan Bupati Ipuk menjadikan pariwisata sebagai payung besar atau penggerak utama ekonomi daerah dengan fokus pada pariwisata berkelanjutan dan berbasis komunitas (desa wisata), sangat tepat," kata Ferdy.
"Hasilnya kunjungan wisata Banyuwangi terus naik. Banyak orang datang ke Banyuwangi, membuat banyak masyarakat utamanya anak-anak muda di desa-desa yang bergerak di sektor pariwisata. Kebijakan ini juga membuat ekonomi kreatif di Banyuwangi terus tumbuh," tambah Ferdy.
Selain itu, perhatian Bupati Ipuk pada sektor pertanian yang mengajak anak-anak muda agar tertarik di dunia pertanian, dengan memberi stimulus melalui Jagoan Tani dan program lainnya juga memberikan dampak positif.
"Saat ini banyak anak-anak muda Banyuwangi yang tertarik terjun di dunia pertanian dan beragam turunannya," tambah Ferdy.
Secara kumulatif, selama Januari-Desember 2025 BPS mencatat perekonomian di Banyuwangi mengalami pertumbuhan sebesar 5,65 persen. Angka ini lebih tinggi dari Jawa Timur sebesar 5,33 dan nasional 5,11 persen. (*)