Selama 2025, Polda Kalsel Mencatat Terjadi Penurunan Kecelakaan dan Korban Jiwa, Tapi Naik Jumlah Korban Luka Berat

Selama 2025, Polda Kalsel Mencatat Terjadi Penurunan Kecelakaan dan Korban Jiwa, Tapi Naik Jumlah Korban Luka Berat
Polda Kalsel catat penurunan kecelakaan dan korban jiwa selama 2025.(Foto Humas/Dokumentasi)

Junaidi, Agung Yunianto

Kegiatan rilis 2025 di Polda Kalsel.(Foto Humas/dokumentasi)

Spektroom - Angka kecelakaan lalu lintas dan korban jiwa di Kalimantan Selatan selama tahun 2025 terjadi penurunan yang signifikan. Namun jumlah korban luka berat terjadi peningkatan, dan ini menjadi tantangan bagi Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan.

Data resmi dari Polda Kalsel menunjukkan angka kematian akibat kecelakaan turun drastis sebesar 32%, namun kasus korban luka berat justru mengalami peningkatan 4%, yang menjadi fokus perhatian utama Aparat Kepolisian.

Dalam Rilis Akhir Tahun 2025 yang digelar di Markas Polda Kalsel, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan mengungkapkan, data periode 1 Januari hingga 22 Desember 2025, jumlah total kecelakaan lalu lintas di Kalsel tercatat sebanyak 837 kasus, yaitu penurunan 9% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 924 kasus. Korban meninggal dunia juga menunjukkan tren positif yang signifikan, dari 378 orang pada 2024 menjadi 257 orang pada tahun ini. Namun, angka korban luka berat naik dari 128 menjadi 133 orang.

"Penurunan korban meninggal dunia adalah capaian penting yang patut disyukuri, namun kenaikan kasus luka berat menjadi perhatian serius bagi kami. Hal ini mendorong kami untuk semakin meningkatkan upaya edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada seluruh lapisan masyarakat,” kata
Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan.

Selain itu, penurunan juga tercatat dalam jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas. Teguran terhadap pelanggaran merosot hingga 41% menjadi 39.479 kasus, sementara jumlah tilang administrasi turun 3% menjadi 23.009 kasus. Menurut Kapolda, tren penurunan ini merupakan hasil dari pendekatan preventif dan edukatif yang diterapkan secara konsisten.

“Kita melihat bahwa penurunan angka pelanggaran tidak lepas dari meningkatnya kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas,” jelasnya.

Di sisi lain, Polda Kalsel juga meraih prestasi gemilang dalam pemberantasan narkotika sepanjang tahun 2025. Sebanyak 1.554 kasus berhasil diungkap dengan 1.842 orang tersangka ditangkap. Barang bukti yang berhasil disita mencakup sabu dengan total berat mencapai 379.625,13 gram, yang menjadi bukti komitmen Kepolisian dalam memerangi peredaran zat adiktif berbahaya.*****

Berita terkait

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Spektroom – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkup Pemerintah Kota Ambon belum dapat diputuskan karena Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) belum menyerahkan hasil identifikasi usulan dari seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pernyataan itu disampaikan Wattimena kepada wartawan usai rapat

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru