Selama Januari - Nopember 2025, Telah Terjadi 179 Bencana Alam di Ponorogo

Selama Januari - Nopember 2025, Telah Terjadi 179 Bencana Alam di Ponorogo
Personil BPBD Kabupaten Ponorogo saat melakukan asessment kejadian tanah longsor (Kominfo)

Spektroom - Dari Januari hingga November 2025, di wilayah kabupaten Ponorogo telah terjadi 179 bencana alam. Dari jumlah itu terinci, 96 bencana tanah longsor, 47 banjir, 26 cuaca ekstrem, 7 kebakaran hutan dan lahan, 2 kekeringan, serta 1 kebakaran bangunan rumah.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, bencana alam yang selama ini mendominasi terkonsentrasi di Kecamatan Pulung, Ngrayun, dan Kecamatan Ngebel. Sedangkan belasan kali banjir yang terjadi selalu terulang di Kecamatan Balong. “Sebaran lokasi bencana sesuai dengan karakter geografis Ponorogo. Setiap wilayah punya kerawanan masing-masing,” katanya (9/12/2025).

Masun menekankan bahwa bencana alam sebenarnya memiliki tanda awal sebelum terjadi sehingga warga perlu jeli mengamatinya. Alam seolah sengaja memberi sinyal terjadinya bencana besar. “Kalau kita mengenali tanda-tanda itu, cukup waktu untuk menyelamatkan diri,” jelasnya.

Dia menyebut tanah longsor kerap ditandai dengan suara gemeretak dari tanah, retakan yang semakin melebar, posisi pohon atau tiang yang mulai condong, hingga munculnya mata air baru atau kondisi air sungai yang tiba-tiba keruh. Tanda-tanda awal juga berlaku pada banjir bandang ketika hujan ekstrem turun di wilayah hulu yang sempit dan curam. Apalagi, jika vegetasi berkurang dan sungai mengalami penyumbatan material.

“Tanda utama banjir itu hujan yang sangat deras disertai suara gemuruh dari hulu, lalu air sungai naik cepat dan jadi keruh dalam waktu yang sangat singkat,” ungkapnya.

Masun meminta masyarakat cepat merespon ketika tanda-tanda alam muncul sebelum bencana terjadi. Namun, sulit memprediksi kapan bencana alam terjadi. Beberapa jenis pergerakan tanah bisa berlangsung cepat, sementara yang lain berlangsung lebih lambat.

“Bencana bisa terjadi dalam hitungan menit, jam, atau bahkan beberapa minggu jika tandanya berupa retakan tanah besar. Semua tergantung intensitas hujan, jenis tanah, kemiringan lereng. Juga vegetasi yang masih sering luput,” urai Masun.

Sesuai analisis dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral , Ponorogo termasuk dalam zona rawan tinggi bersama Trenggalek dan Pacitan karena karakter lereng curam, struktur sesar lokal, daerah rekahan, serta daerah aliran sungai yang pendek. “Hasil dari Badan Geologi ini memperkuat bahwa skenario bencana ekstrem bisa terjadi. Kita harus lebih siap, bukan takut, tapi waspada, " ungkap Masun.

Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan tanah longsor dan banjir ketika terjadi hujan deras yang berlangsung terus menerus. (Har)

Berita terkait

Pangdam XV/Pattimura Luncurkan Program Emas Hijau, Tanam Sejuta Pohon Sukun Perkuat Ketahanan Pangan

Pangdam XV/Pattimura Luncurkan Program Emas Hijau, Tanam Sejuta Pohon Sukun Perkuat Ketahanan Pangan

Ambon-Spektroom : Kodam XV/Pattimura kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui penanaman pohon sukun secara masif. Kegiatan Launching Penanaman Sejuta Pohon Sukun ini digelar di kawasan Bukit Paralayang, Ambon, pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan penanaman ini dilaksanakan serentak di jajaran Kodam XV/Pattimura. Acara

Eva Moenandar, Julianto
Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Jayapura-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat membekali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kekerampilan mengusai teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk dalam dunia usaha. Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan peningkatan kesejahteraan

Anthonius Teniwut, Julianto
ссс