Trending

Selama Sepekan Aktivitas Seismisitas di Maluku Utara Tercatat 108 Kejadian Gempabumi

Selama Sepekan Aktivitas Seismisitas di Maluku Utara Tercatat 108 Kejadian Gempabumi
Sumber:BMKG Stageo Ternate

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate mencatat selama sepekan periode tanggal 23 - 29 Oktober 2026 aktivitas seismisitas di Maluku Utara tercatat sebanyak 10 kejadian gempabumi, dengan tidak ada kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat.

Aktivitas didominasi oleh gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 50 km sebesar 61 persen dan magnitudo kurang dari 3 sebesar 59 persen. Wilayah dengan aktivitas kegempaan tertinggi berada di Laut Maluku sebanyak 48 kejadian. Sementara puncak aktivitas gempa bumi terjadi pada 25 Oktober 2026 sebanyak 23 kejadian.

Dalam releasenya Jumat (30/10/2026) Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Gede Eriksana Yasa mengatakan, masyarakat agar tetap tenang dan tetap. selalu waspada. Untuk aktivitas atmosfer, selama periode yang sama tercatat 6615 kejadian petir. Terpantau intensitas petir tinggi terjadi di sebagian wilayah Ternate.

Sementara itu, aktivitas kemagnetan bumi berada dalam kondisi tenang, dengan indeks K maksimum 4 dan indeks A maksimum 12,5. Indeks K merupakan ukuran tingkat gangguan magnet bumi dalam interval waktu 3 jam, dengan skala 0–9. Semakin besar nilainya, semakin kuat gangguan magnet bumi yang terjadi.

Nilai maksimum K=3 menunjukkan aktivitas gangguan magnet aktif. Sedangkan indeks A merupakan ukuran kuantitatif aktivitas magnet bumi harian yang dihitung dari beberapa nilai K dan dinyatakan pada skala linear.

Nilai A maksimum 12,5 menunjukkan kondisi tidak ada gangguan magnet yang aktif atau dalam kondisi tenang. Selama periode tersebut tidak terdapat gangguan badai magnet dengan status kondisi G0/Quiet-Day.

Ia juga mengatakan, untuk informasi astronomi, pada 31 Oktober - 6 November 2026 waktu terbit Matahari di wilayah Maluku Utara berada sekitar 06.08–06.25 WIT, sedangkan waktu terbenam berkisar 18.12–18.28 WIT. Waktu transit Matahari terjadi sekitar 12.10–12.26 WIT. Informasi tersebut mencakup kondisi waktu terbit, transit, dan terbenam Matahari untuk 11 kota di Maluku Utara.

"Selama periode pengamatan, kondisi kegempaan, petir, dan kemagnetan bumi di Maluku Utara relatif kondusif. Aktivitas gempabumi didominasi gempa-gempa kedalaman kurang dari 50km dengan magnitudo kurang dari 3, aktivitas petir tercatat dalam jumlah terbatas, serta kondisi medan magnet Bumi berada pada tingkat tenang," ujar Erik.

Untuk memperoleh informasi dapat hubungi Stasiun Geofisika Ternate yang beralamat di Jl. Bali Bunga, Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, 97713, Telepon/WhatsApp 0815-9966-108.

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru