Seleksi Manajer KDKMP, Seleksi Berbasis Komputer Bagi Orang Pintar

Seleksi Manajer KDKMP, Seleksi Berbasis Komputer Bagi Orang Pintar
Flyer Spektroom

Jakarta - Spektroom: Dalam beberapa tahun terakhir, geliat ekonomi berbasis kerakyatan kembali menemukan momentumnya melalui kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Nama yang mengusung semangat patriotisme ini mulai menjamur di berbagai pelosok Indonesia, mulai dari wilayah pedesaan hingga sudut-sudut kota besar. Kehadirannya bukan sekadar sebagai lembaga keuangan alternatif, melainkan sebagai upaya untuk membangkitkan kembali jati diri ekonomi Indonesia yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong.

Rekrutmen Manajer KDKMP dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) memasuki tahapan tes kompetensi yang berlangsung sepanjang Mei 2026. Informasi ini penting bagi para peserta yang tengah mengikuti seleksi, terutama untuk mengetahui jadwal lengkap hingga pengumuman akhir.

Peserta diberikan fleksibilitas untuk memilih lokasi ujian yang paling dekat dengan domisili masing-masing.

Tes kompetensi dijadwalkan berlangsung mulai 3 hingga 12 Mei 2026. Pelaksanaan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang tersebar di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Pelaksanaan seleksi ujian berbasis CAT pada KDKMP menuai masalah, sejumlah peserta mengeluh . Beberapa di antaranya mengaku mengalami kendala teknis selama ujian berlangsung, yang dinilai berpotensi memengaruhi kenyamanan dan fokus dalam mengerjakan soal serta waktu yang ketat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendala yang dilaporkan meliputi komputer yang mengalami gangguan, sistem yang berjalan tidak stabil, hingga dugaan perubahan jawaban yang dirasakan oleh sebagian peserta. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan peserta terkait kelancaran pelaksanaan ujian.

Pada tes potensi kognitif, peserta dihadapkan pada total 228 soal. Setiap jawaban benar bernilai 1 poin, sementara jawaban salah tidak mendapatkan nilai.

Ada Bahasa 50 soal, Hitungan 31 soal, Pengetahuan umum 40 soal, Pola gambar 55 soal, Abstraksi ruang 27 soal serta Penentuan bentuk 25 soal, yang masing-masing kelompok soal hanya diberikan waktu 7 menit untuk mengisi jawaban, setelah itu soal hilang dari dilayar.

Disinilah peserta benar-benar diuji kecerdasannya yang cerdas atau pintar pasti lebih cepat menjawab soal agar bisa menjadi pimpinan di KDKMP.

Selain tes kognitif, peserta juga menghadapi tes bidang manajemen koperasi. Pada bagian ini, terdapat 20 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 20 menit.

Berbeda dari tes kognitif, setiap jawaban benar pada tes ini memiliki bobot lebih besar, yakni 5 poin.

Sebagai informasi, peserta tidak bisa memilih urutan subtes yang akan dikerjakan. Sistem CAT secara otomatis mengatur jalannya ujian dari satu subtes ke subtes berikutnya.

Adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Zulhas demikian dia kerap disapa, proses rekrutmen manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) berlangsung transparan, gratis, serta bebas dari praktik titipan.

Zulhas memastikan proses perekrutan manager KDKMP maupun KNMP tidak memiliki jalur khusus atau titipan, termasuk melalui pejabat pemerintah sekalipun.

Seleksi kompetensi merupakan seleksi untuk menggali pengetahuan dan keterampilan peserta ujian. Tahapan ini meliputi Tes Potensi Kognitif dan Tes Manajemen Koperasi/Manajemen Kelautan dan Perikanan.

Untuk bisa lolos seleksi ini, peserta harus memenuhi nilai ambang batas pada kedua jenis tes tersebut. Selain itu, seleksi ini juga menerapkan sistem gugur. Sehingga, peserta yang tidak lolos tahap ini tidak bisa melanjutkan tahap selanjutnya, yakni seleksi kompetensi tambahan (SKT).

Dan tentu saja angan-angan jadi manajer harus di buang jauh-jauh agar bisa melupakan betapa nyaman berada di kantor KDKMP yang berpendingin udara sambil menanti bayaran kisaran Rp. 3 hingga Rp. 8 juta per bulan, dengan potensi insentif berdasarkan kinerja.

Tidak main-main Koperasi bernuansa patriotisme ini membutuhkan 30 ribu paa posisi manajer KDKMP serta 5.476 pegawai di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Peserta yang lolos seleksi akan berstatus sebagai pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Nusantara selama dua tahun. Setelah itu, status mereka akan dialihkan menjadi petugas koperasi.(@Ng).

(Diangkat dari berbagai sumber)

Berita terkait

Gubernur Dorong Percepatan Program MBG dan Penguatan Pangan Lokal

Gubernur Dorong Percepatan Program MBG dan Penguatan Pangan Lokal

Ambon-Spektroom : Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam mendukung percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Maluku. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan “Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bersama Komunitas di Provinsi Maluku” yang berlangsung di aula lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (7/

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sekdaprov Sumbar: Sumpah PNS adalah Komitmen Moral dan Spiritual, Bukan Sekadar Formalitas

Sekdaprov Sumbar: Sumpah PNS adalah Komitmen Moral dan Spiritual, Bukan Sekadar Formalitas

Padang-Spektroom : Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi menegaskan sumpah dan janji yang diucapkan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) saat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen moral dan spiritual dalam menjalankan amanah sebagai pelayan publik. “Sumpah yang Saudara ucapkan hari ini bukan

Rafles
Kanwil Kemenhaj Malut Gelar Diskusi Bersama Baznas Malut, Bahas Pengelolaan Zakat dan Pelaksanaan Dam

Kanwil Kemenhaj Malut Gelar Diskusi Bersama Baznas Malut, Bahas Pengelolaan Zakat dan Pelaksanaan Dam

Ternate-Spektroom : Perwakilan Badan Amil Zakat (BAZNAS) Provinsi Maluku Utara bersama BAZNAS Kota Ternate melakukan kunjungan resmi ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku Utara. Kunjungan tersebut dalam upaya memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji asal Maluku Utara. Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Kota Ternate

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru