Semangat Kemanusiaan IDI Jakarta Selatan di Hari Bakti Dokter Indonesia
Jakarta – Spektroom: Minggu pagi di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, tak hanya menjadi waktu bagi warga untuk berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Di tengah aktivitas masyarakat, semangat kemanusiaan turut hadir melalui kegiatan donor darah yang mengajak warga berbagi kehidupan dengan sesama.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jakarta Selatan berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, dan Rumah Sakit MMC Jakarta menggelar aksi donor darah, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB itu menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118, dengan tema “118 Hari Bakti Dokter Indonesia IDI Berkemajuan Bangsa Sehat dan Sejahtera”.
Sebanyak 100 pendonor ditargetkan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Di balik target itu, tersimpan harapan agar semakin banyak masyarakat menyadari bahwa kepedulian sederhana dapat memberikan kesempatan hidup bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Ketua IDI Cabang Jakarta Selatan, dr. Agung Wicaksono, menegaskan bahwa donor darah merupakan wujud nyata kepedulian IDI terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat. Menurutnya, semangat pengabdian profesi kedokteran tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan medis, tetapi juga lewat kegiatan kemanusiaan yang melibatkan masyarakat luas.
Ia mengapresiasi dukungan pengurus IDI Jakarta Selatan, PMI, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rumah Sakit MMC, Leminerale, Pocari Sweat, serta berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

Bagi PMI, setiap kantong darah memiliki arti penting karena kebutuhan transfusi terus berlangsung setiap hari. Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beki Mardani, mengungkapkan bahwa pihaknya harus menyediakan sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong darah setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pasien di lebih dari 400 rumah sakit di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Darah yang terkumpul digunakan untuk membantu pasien yang menjalani operasi, menghadapi kondisi darurat, maupun membutuhkan transfusi akibat penyakit tertentu.
“Setiap darah yang kita sumbangkan dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Karena itu, kegiatan donor darah seperti ini sangat penting untuk terus dilaksanakan,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa donor darah bukan sekadar aktivitas sosial sesaat. Ketersediaan darah membutuhkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan agar pasien tetap memperoleh pertolongan ketika diperlukan.
Apresiasi juga disampaikan perwakilan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Yusuf, dari Seksi Sumber Daya Kesehatan. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sekaligus mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan membiasakan donor darah secara rutin.
Senada dengan itu, Camat Setiabudi, Iswahyudi, yang mewakili Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan turut menekankan pentingnya ketersediaan darah. Pengalaman keluarganya yang pernah terbantu oleh darah dan plasma darah saat menghadapi kondisi medis serius menjadi pengingat bahwa dukungan pendonor dapat memberikan harapan bagi pasien dan keluarganya.
Kolaborasi IDI, PMI, pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat pun menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan aksi kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, peringatan HBDI ke-118 tidak berhenti pada seremoni. Di tengah keramaian CFD Rasuna Said, setiap partisipasi pendonor membawa pesan sederhana: setetes darah yang diberikan dengan tulus dapat menjadi harapan baru bagi kehidupan orang lain.