Seminar Dema FTIK UIN : Pendidikan Tak Sekadar Cerdas, Tapi Berbudi Hingga Al Birru

Seminar Dema FTIK UIN : Pendidikan Tak Sekadar Cerdas, Tapi Berbudi Hingga Al Birru
Foto bersama Rektor, Narasumber dan peserta seminar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palangka Raya. (Foto: Polin/istimewa)

Palangka Raya-Spektroom : Seminar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, Selasa, (5/5/2026), menegaskan pentingnya sinergi antara kecerdasan buatan (AI) dan nilai-nilai etis dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini mengangkat tema tentang akselerasi inovasi pendidikan melalui pemanfaatan AI yang tetap berlandaskan etika.

Ketua Dema FTIK, Rafli Al Hafsy, dalam sambutannya menegaskan bahwa Hari Pendidikan Nasional tidak semata berbicara tentang pencapaian gelar akademik. “Lebih dari itu, pendidikan adalah tentang bagaimana kita berpikir dan bersikap untuk bangsa,” ujarnya.

Dekan FTIK, Dr. Yatin Mulyono, M.Pd., menggarisbawahi bahwa mahasiswa FTIK merupakan calon praktisi pendidikan yang harus peka terhadap berbagai isu pendidikan.

“Setiap dinamika dan tantangan pendidikan harus menjadi concern kita bersama,” ungkapnya. Tingginya antusiasme peserta seminar menjadi bukti bahwa kesadaran tersebut terus tumbuh di kalangan mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ahmad Dakhoir, S.H.I., M.H.I. rektor UIN Palangka Raya, menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan besar dengan kehadiran teknologi digital yang tidak dapat dihindari. Namun demikian, ia optimistis bahwa pendekatan berbasis nilai-nilai religius dapat berjalan beriringan dan berkolaborasi dengan perkembangan kecerdasan buatan.

Rektor UIN Palangka Raya menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menggeser jati diri pendidikan. Menurutnya, AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti nilai-nilai dasar yang membentuk karakter manusia.

“Teknologi boleh maju, tetapi arah pendidikan tetap harus berpijak pada nilai. Di situlah peran kampus memastikan lulusan tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas,” tegasnya.

Pesarta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palangka Raya IAKN, IAHN, UPR, dan UMPR. (Foto:Polin/istimewa)

Sementara itu, narasumber seminar Ridwan Sidiq, S.Pd.Gr. menjelaskan bahwa pendekatan pendidikan berbasis nilai religius dapat berjalan beriringan dengan perkembangan AI. Ia memaparkan konsep level pendidikan yang berjenjang, mulai dari ma’ruf, khoir, hasan, hingga mencapai al birru sebagai tingkat tertinggi.

“Al birru bukan hanya soal kecerdasan, tetapi juga tentang menghormati dan menghargai yang lebih tua serta menjunjung tinggi nilai moral,” jelasnya.

Ia menambahkan, di tengah derasnya transformasi digital, kemampuan menguasai teknologi harus dibarengi dengan kedewasaan etika. AI mampu mempercepat proses berpikir, tetapi tidak bisa menggantikan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Ketua Panitia, Puad Mawardi, menyampaikan bahwa seminar ini tidak hanya melibatkan mahasiswa internal, tetapi juga mengundang partisipasi dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Tengah, seperti IAKN, IAHN, UPR, dan Muhammadiyah.

Seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya, di antaranya Ridwan Sidiq, S.Pd.Gr. selaku Ketua APKS Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Luvia Ranggi Nastiti, S.Si., M.Pd., serta Dr. Yatin Mulyono, M.Pd.

Dalam program seminar ini menjadi penegasan bahwa Mahasiswa 5.0 bukan sekadar generasi yang melek teknologi, melainkan generasi yang mampu mengintegrasikan inovasi dengan nilai.

Dengan kolaborasi antara kecanggihan AI dan kekuatan moral, diharapkan lahir insan pendidikan yang utuh cerdas, adaptif, dan berkarakter menuju puncak kualitas manusia: al birru.(Polin-Metta)

Berita terkait

Darurat Air Bersih! 40 KK di Jember Bergantung pada 5.000 Liter Bantuan BPBD

Darurat Air Bersih! 40 KK di Jember Bergantung pada 5.000 Liter Bantuan BPBD

Jember – Spektroom: Krisis air bersih semakin membebani warga RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sejak Juli 2026, sumur-sumur warga mengering hingga puluhan keluarga harus bergantung pada pasokan air dari pemerintah. Kondisi tersebut kembali direspons Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dengan menyalurkan

Budi Sucahyono, Buang Supeno
Tak Sekadar Rumah Singgah! Wali Kota Tanjungpinang Datang Bawa Harapan bagi Warga yang Sedang Terpuruk

Tak Sekadar Rumah Singgah! Wali Kota Tanjungpinang Datang Bawa Harapan bagi Warga yang Sedang Terpuruk

Tanjungpinang – Spektroom : Ada masa ketika seseorang tidak membutuhkan banyak hal. Bukan kemewahan, bukan pula janji besar. Mereka hanya membutuhkan tempat untuk berteduh, seseorang yang mau mendengarkan, dan keyakinan bahwa hidup masih memberi kesempatan untuk bangkit. Harapan itulah yang dirawat di Rumah Singgah Tepak Sirih Dinas Sosial Kota Tanjungpinang. Rumah singgah

Desmawati, Buang Supeno
Dinkes PBD Gelar Dokter Mobile Guna Pemenuhan Kesehatan Masyarakat

Dinkes PBD Gelar Dokter Mobile Guna Pemenuhan Kesehatan Masyarakat

Sorong-Spektroom : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Papua Barat Daya menggelar bakti sosial pemenuhan upaya kesehatan masyarakat melalui program dokter mobile di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi bencana, krisis kesehatan, maupun kejadian luar biasa (KLB). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Sris, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat pada

Anthonius Teniwut, Julianto
ссс