Semua Ijin Nyalakan Kembang Api Malam Tahun Baru di Polrestabes Semarang Ditolak

Semua Ijin Nyalakan Kembang Api Malam Tahun Baru di Polrestabes Semarang Ditolak
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi himbau masyarakat rayakan malam pergantian tahun dengan sederhana dan tertib dan tidak berlebihan, Rabu (31/12/2025).

Spektroom - Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi mengimbau masyarakat Kota Semarang untuk merayakan malam pergantian tahun secara sederhana, tertib, dan tidak berlebihan.

Imbauan tersebut disampaikan dalam refleksi akhir tahun di Kantor Polrestabes Semarang, Rabu (31/12/2025).

Imbauan ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban, kedamaian, serta kerukunan masyarakat selama perayaan tahun baru.

“Ini dalam rangka menjamin keamanan, ketertiban, kedamaian, serta sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana di Sumatra,” ujar Kapolrestabes.

Masyarakat diminta untuk tidak menyalakan petasan maupun kembang api, tidak menyalakan petasan dan kembang api, tidak melakukan balapan liar, serta pesta minuman keras." Tegasnya.

Terkait perizinan, Kapolrestabes mengungkapkan, hampir seluruh permohonan izin kegiatan kembang api di wilayah Kota Semarang telah ditolak.

 “Hampir semua permohonan izin kembang api sudah kita tolak dan tidak kita izinkan,” jelasnya.

Untuk pengamanan, Polrestabes Semarang mengerahkan sekitar 1.350 personel yang disebar di 18 pos pengamanan, 4 pos pelayanan, serta 1 pos terpadu di kawasan Simpang Lima.

“Nanti sore kita laksanakan apel pergeseran pasukan jam 4, setelah itu seluruh personel langsung menempatkan diri di lokasi pengamanan masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, pengamanan difokuskan pada sejumlah titik rawan dan pusat aktivitas masyarakat.

“Yang jelas Simpang Lima menjadi prioritas, kemudian Kota Lama dan sentra-sentra kegiatan masyarakat lainnya sudah kita antisipasi,” ungkapnya.

Selain penjagaan statis, patroli juga akan terus dilakukan secara intensif, baik menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, maupun patroli jalan kaki.

Khusus di kawasan Kota Lama, patroli jalan kaki dinilai lebih efektif karena jarak antaraktivitas masyarakat cukup berdekatan.

“Patroli jalan kaki di Kota Lama sudah kita laksanakan sejak Operasi Lilin dimulai 20 Desember kemarin. Ini sangat efektif untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang berwisata,” katanya.

Kapolrestabes juga memastikan petugas akan rutin memberikan imbauan kamtibmas menggunakan pengeras suara untuk mencegah warga menyalakan kembang api, petasan, flare, maupun sejenisnya.

 “Harapan kita merayakan tahun baru secara tertib, aman, dan tidak berlebihan benar-benar bisa terwujud,” ujarnya.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti