Sensus Ekonomi 2026 Menjadi Momentum Penting Untuk Memotret Kondisi Perekonomian Lampung
Bandarlampung - Spektroom: Pemerintah Provinsi Lampung bekomitmen mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai instrumen strategis untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan komprehensif guna mendukung perencanaan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela pada Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur, Selasa (9/6/2026).
Wagub Jihan mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik.
“Data yang lengkap dan akurat merupakan kompas bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan. Tanpa data yang baik, keputusan yang diambil berpotensi menimbulkan kesalahan karena adanya asimetri informasi. Oleh karena itu, Sensus Ekonomi 2026 harus menjadi gerakan bersama untuk menghimpun data yang tepat dan berkualitas,” ujarnya.
Menurut Jihan, perkembangan ekonomi saat ini telah mengalami perubahan yang sangat signifikan dibandingkan satu dekade lalu.
Menurutnya, transformasi digital telah mengubah pola produksi, konsumsi, transaksi, hingga sistem pembayaran masyarakat dan dunia usaha. Kondisi tersebut menjadikan pembaruan data ekonomi melalui sensus sebagai kebutuhan yang sangat penting.
Wagub Jihan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh pelaksanaan sensus dan akan membantu proses sosialisasi hingga ke tingkat desa agar pelaksanaan pendataan berjalan lancar.
“Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mendorong pembangunan ekonomi yang semakin modern, terukur, dan berbasis bukti atau evidence-based policy. Dengan fondasi data yang kuat, investasi dapat tumbuh, lapangan kerja semakin terbuka, UMKM naik kelas, dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan,” tegasnya.
Wagub Jihan juga mengingatkan bahwa seluruh data yang diberikan oleh pelaku usaha dan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.
Diforum yang sama Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret kondisi perekonomian Lampung secara menyeluruh.
Menurutnya, data yang dihasilkan akan memberikan gambaran komposisi aktivitas ekonomi riil, sektor-sektor penyerap tenaga kerja terbesar, tingkat produktivitas usaha, hingga struktur ekonomi daerah secara lebih detail.
“Sensus ekonomi akan membantu pemerintah memahami kekuatan dan tantangan ekonomi Lampung. Dengan data yang lengkap dan berkualitas, kebijakan pembangunan dapat dirancang lebih tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Untuk diketahui Gubernur Lampung telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 183 Tahun 2025. Melalui edaran tersebut, Gubernur mengajak seluruh jajaran Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung, Kepala Perangkat Daerah, hingga Pimpinan Asosiasi dan Perusahaan untuk memberikan dukungan yang kooperatif dalam proses pendataan.
Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan melalui 3 tahapan, pertama pada 1-30 Mei 2026 melalui metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) untuk usaha besar yang memiliki alamat surat elektronik.

Sementara itu, tahap kedua pendataan dilakukan pada 16 Mei hingga 31 Juli 2026 menggunakan metode Computer Assisted Personal Interview (CAPI) yang menyasar usaha mikro, kecil, menengah, serta usaha besar yang belum memiliki email.
Selanjutnya tahap Pendataan Lapangan 15 Juni – 31 Agustus 2026 kunjungan tatap muka (door-to-door) oleh petugas sensus berseragam lengkap dan membawa surat tugas.(@Ng).