Trending

Sepuluh Tahun Menumpang, Siti Akhirnya Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Gubernur Mahyeldi

Sepuluh Tahun Menumpang, Siti Akhirnya Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Gubernur Mahyeldi
Siti Mustangidah, warga Sitiung, Dharmasraya mendapat bantuan bedah rumah dari Gubernur Sumbar. (Foto: Adpim Sumbar)

Dharmasraya-Spektroom : Setelah hampir sepuluh tahun hidup menumpang di rumah kayu yang tak layak huni, Siti Mustangidah akhirnya mendapat harapan baru. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, turun langsung menyerahkan bantuan bedah rumah di Jorong Taratak, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Rabu (18/3/2026).

Siti (43), ibu dua anak, selama ini menjalani hidup dalam keterbatasan bersama anaknya, Rayahan Hayatul Sufi dan Ririn Dwi Maharani. Mereka menempati rumah kayu milik orang lain dengan kondisi memprihatinkan—dinding lapuk, berlubang, dan jauh dari kata layak untuk dihuni.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Siti bekerja serabutan, mulai dari membantu di ladang hingga mencuci pakaian di sebuah usaha laundry. Meski telah memiliki sebidang tanah hibah dari keluarga, keterbatasan ekonomi membuat pembangunan rumahnya hanya berhenti pada tahap pondasi.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Mahyeldi hadir bersama berbagai pihak untuk memberikan bantuan bedah rumah. Bantuan yang disalurkan antara lain Rp25 juta dari Baznas, Rp2,5 juta dari Bank Nagari, Rp2 juta dari Dinas Pendidikan, dukungan Bappeda, serta bantuan sembako Lebaran dan mushaf Al-Qur’an.

“Kami hadir untuk membantu Ibu Siti agar bisa memiliki rumah yang layak dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga. Ini bagian dari ikhtiar kita bersama untuk saling meringankan beban,” ujar Mahyeldi.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah nagari dan masyarakat setempat untuk bergotong royong membantu percepatan pembangunan rumah tersebut, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh keluarga penerima.

Suasana haru pun tak terbendung. Siti tak kuasa menahan air mata saat menerima bantuan yang selama ini hanya bisa ia harapkan.

“Kami belum punya rumah, Pak. Sudah 10 tahun menumpang. Tanah sudah ada, tapi belum ada biaya untuk membangun,” ucapnya lirih.

Ia mengaku tidak pernah menyangka akan dikunjungi langsung oleh Gubernur. Baginya, bantuan tersebut menjadi berkah Ramadan yang sangat berarti bagi keluarganya.

“Seperti mimpi bisa bertemu langsung dengan Bapak Gubernur. Terima kasih atas bantuannya,” ungkapnya penuh haru.

Sementara itu Wali Nagari Siguntur, Hamdan, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menggerakkan masyarakat dalam mendukung pembangunan rumah tersebut melalui semangat gotong royong.

“Kami siap bersama masyarakat membantu agar rumah ini segera selesai. Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan semua pihak yang telah peduli,” ujarnya.

Bantuan ini diharapkan menjadi titik awal bagi Siti dan keluarganya untuk memiliki tempat tinggal yang layak, sekaligus mengakhiri bertahun-tahun kehidupan yang penuh keterbatasan. (RRE/adpsb/cen/bud)

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru