Setelah Diperpanjang 3 Hari, Tersisa 2 Korban Belum Ditemukan, Operasi SAR di Majenang Resmi Ditutup

Setelah Diperpanjang 3 Hari, Tersisa 2 Korban Belum Ditemukan, Operasi SAR di Majenang Resmi Ditutup
Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman bertindak sebagai pemimpin apel penutupan operasi SAR di Majenang Cilacap. (Foto. : Dok.Basarnas Cilacap).

Spektroom — Operasi SAR pencarian korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, resmi ditutup pada hari kesepuluh, setelah sebelumnya diperpanjang tiga hari Sabtu (22/11/2025). Operasi terakhir dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan didahului apel bersama Tim SAR Gabungan.

Sekitar 800 personel dikerahkan pada hari terakhir pencarian, dengan fokus pada dua sektor utama, yaitu B1 dan B2. Sejumlah alat berat diterjunkan untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban.

Gatot Arief Widodo dari Pusdalops Basarnas Cilacap mengatakan bahwa tim telah berupaya maksimal untuk menemukan dua korban yang masih hilang. Namun hingga siang hari, pencarian belum membuahkan hasil.

“Melihat kondisi waktu, cuaca, dan medan yang sulit, kami kemudian melakukan dialog dari hati ke hati dengan keluarga korban. Dari dialog tersebut keluarga menyatakan keikhlasan apabila korban tetap berada di lokasi bencana,” ujar Gatot.

Setelah menerima pernyataan tersebut, Posko Penanggulangan Bencana dan Tim SAR Gabungan pada pukul 15.00 WIB menyatakan operasi SAR di Desa Cibeunying, kecamatan Majenang kabupaten Cilacap resmi ditutup.

Penutupan dilakukan melalui apel bersama di sekitar lokasi yang diperkirakan menjadi titik tertimbunnya korban. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rahman, bertindak sebagai pemimpin apel dan menyampaikan belasungkawa mendalam.

“Kami telah berupaya semaksimal mungkin, namun korban belum ditemukan. Saya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Terima kasih juga kepada seluruh anggota Tim SAR Gabungan dan semua pihak yang terlibat selama 10 hari operasi,” ucap Bupati Syamsul.

Penutupan operasi SAR ditandai dengan doa bersama dilanjutkan tabur bunga bersama keluarga korban serta seluruh anggota SAR gabungan

Tim SAR Gabungan dan keluarga korban melakukan doa bersama dilanjutkan doa bersama dalam situasi haru dan hening. ,(Foto : Dok.Basarnas Cilacap).

Setelah penutupan operasi, penanganan difokuskan pada tahap penanganan pasca bencana, terutama penanganan pengungsi dan penyiapan hunian tetap untuk merelokasi korban terdampak.

“Kepada keluarga korban, mohon bersabar. Saat ini kami fokus menyiapkan hunian yang lebih aman bagi warga terdampak. Tetap jaga kesehatan,” tambahnya.

Di lokasi bencana, pemerintah berencana membangun sebuah monumen yang memuat nama-nama seluruh korban, baik yang ditemukan maupun yang belum ditemukan. Monumen tersebut diharapkan menjadi tempat keluarga untuk melakukan ziarah.//

Penulis: Biantoro

Berita terkait