Setelah Sasar Anak Sekolah, Program CKG Lampung Sasar Pekerja Industri Kesehatan
Spektroom - Industri kesehatan memiliki peran vital dalam roda pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung, oleh karenanya sangat diperlukan distributor obat-obatan dan alat kesehatan dalam kondisi prima.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat meninjau kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Komunitas bersama Pedagang Besar Farmasi (PBF) Provinsi Lampung yang dipusatkan di PT Enseval Putra Megatrading Bandarlampung, Selasa (30/12/2025).

Dalam arahannya, Wakil Gubernur menekankan, kegiatan ini merupakan bagian dari perluasan sasaran Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi misi Presiden RI.
Setelah sebelumnya menyasar masyarakat umum, lansia, dan anak sekolah, kini program CKG menyasar komunitas pekerja di sektor industri kesehatan, khususnya karyawan PBF.
“Kalau sebelumnya masyarakat umum, lansia, dan anak sekolah sudah tersentuh kesehatan gratis, maka industri kesehatan pun saya rasa juga harus disentuh. Jika bapak dan ibu sekalian tidak sehat, distribusi kesehatan di Provinsi Lampung tidak akan berjalan dengan baik,” ujar Wagub
Lebih lanjut, Wagub menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung memandang sektor industri kesehatan bukan sekadar objek pengawasan, melainkan mitra strategis.
Kehadirannya dalam kegiatan ini juga bertujuan untuk membuka ruang dialog guna menyerap aspirasi terkait kendala di lapangan, baik mengenai regulasi maupun distribusi.
“Kami persilahkan ruang terbuka bagi bapak dan ibu untuk menyampaikan permasalahan yang ada. Sebagai pemerintah, kami akan mengoordinasikan hal-hal yang menjadi kewenangan kami, atau mengomunikasikannya ke pemerintah pusat jika diperlukan,” tambahnya.
Sementara diforum yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli, dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga 29 Desember 2025, tercatat kurang lebih 1,1 juta masyarakat Lampung telah mendapatkan pelayanan Cek Kesehatan Gratis.
Khusus untuk kegiatan CKG Komunitas kali ini, diikuti oleh 13 PBF yang berlokasi di wilayah Tembesu dan Campang Raya, Bandar Lampung, dengan total sasaran pemeriksaan sebanyak 366 orang.
Adapun 13 PBF yang berpartisipasi, PT Enseval Putra Megatrading, PT Kimia Farma, PT Bina San Prima, PT Penta Valen, PT Anugerah Argon Medica, PT Daya Muda Agung.
Berikutnya, PT Anugerah Pharmindo Lestari, PT Parit Padang Global, PT Mensa Bina Sukses, PT Catur Sentosa Adiprima, PT Marga Nusantara Jaya, PT Tempo serta PT Inti Sumber.
Sekedar informasi, saat ini terdapat 45 PBF di Provinsi Lampung yang tersebar di 5 kabupaten/kota, di mana seluruhnya telah mengantongi sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dari BPOM.
PBF menjadi tulang punggung penyaluran obat ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Apotek, hingga Klinik.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pelaku industri farmasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung guna membangun eklim industri kesehatan yang lebih baik ke depannya.(@Ng).