Trending

Setiap Dua Detik Stroke Mengintai, Ibu Didorong Jadi Garda Terdepan Selamatkan Generasi

Setiap Dua Detik Stroke Mengintai, Ibu Didorong Jadi Garda Terdepan Selamatkan Generasi
Sosialisasi Peran Ibu dalam Pencegahan dan penangulangan strok Kamis 15/01.26.(dok.wiza)

Spektroom — Gangguan neurologis yang menyerang sistem saraf, khususnya stroke, masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Setiap dua detik, satu orang di dunia mengalami stroke, dan keterlambatan penanganan dapat berujung pada kerusakan otak permanen hingga kematian.

Berdasarkan Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stroke di Sumatera Barat tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, yakni mencapai 8,8 per 1.000 penduduk. Angka ini menjadi peringatan keras akan pentingnya upaya pencegahan sejak dini, terutama dari lingkungan keluarga.

Kondisi tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Peran Ibu dalam Pencegahan dan Penanggulangan Stroke serta Layanan Unggulan Rumah Sakit Otak DR. Drs. Mohammad Hatta Bukittinggi yang digelar Kamis (15/1/2026) di Istana Bung Hatta Bukittinggi.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Rumah Sakit Otak DR. Drs. Mohammad Hatta Bukittinggi bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bukittinggi.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Perencanaan Keuangan dan Layanan Operasional Rumah Sakit Otak DR. Drs. Mohammad Hatta Bukittinggi, Hilda Roza, SE., Ak., M.Si, mewakili Plt Direktur Utama, Penasehat GOW Kota Bukittinggi Hj. Yessi Endriani, SM.RO, Ketua GOW Kota Bukittinggi Yasmiati, serta narasumber Dokter Spesialis Saraf RS Otak DR. Drs. Mohammad Hatta Bukittinggi, dr. Antoni Khosidik, Sp.N.

Dalam sambutannya, Hilda Roza menegaskan bahwa ibu memiliki peran strategis dan ganda dalam pencegahan serta penanggulangan stroke, khususnya di lingkungan keluarga.

“Peran ibu sangat menentukan, mulai dari menyiapkan asupan gizi sehat hingga mengenali gejala awal stroke. Jika kebutuhan gizi terpenuhi dan pola hidup sehat diterapkan, risiko stroke dapat ditekan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya golden period dalam penanganan stroke.
“Jika terjadi serangan stroke, penanganan harus dilakukan paling lambat 4,5 jam sejak gejala muncul. Segera bawa pasien ke rumah sakit agar bisa ditangani secara cepat dan tepat,” tegasnya.

Sementara itu, Penasehat GOW Kota Bukittinggi Hj. Yessi Endriani menyampaikan bahwa stroke merupakan penyakit yang kerap mengintai tanpa disadari.

“Stroke memang tidak menular seperti Covid-19, tetapi bisa datang secara tiba-tiba. Karena itu, seiring bertambahnya usia, kita harus membiasakan hidup sehat dan terus menambah pengetahuan tentang kesehatan,” katanya.

Ia juga menyoroti fenomena meningkatnya kasus stroke pada usia muda.
“Stroke kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga usia produktif, bahkan tanpa riwayat keluarga. Pola konsumsi makanan instan dan olahan yang minim gizi perlu menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ny. Dian Indira Sari, S.Kep., Ners, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LVIII Dim 0304 Koorcab Rem 032 PD XX/Tuanku Imam Bonjol, yang hadir sebagai peserta. Ia menilai sosialisasi tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Selain mengatur pola makan sehat dan istirahat cukup, hal yang tidak kalah penting adalah berpikir positif serta meningkatkan ibadah,” ujarnya.

Ny. Dian Indira Sari, yang juga pernah berpengalaman sebagai dosen ilmu keperawatan sebelum menikah dengan Dandim 0304/Agam Letkol Inf Slamet Dwi Santoso, S.IP, mengungkapkan bahwa berdasarkan pengalamannya, stroke banyak dipicu oleh gaya hidup tidak sehat.

“Merokok dan tingkat stres yang tinggi merupakan faktor utama pemicu stroke yang paling sering saya temui,” pungkasnya. (Rt yri.Rza)

Berita terkait

Wawako Tanjungpinang, Raja Ariza: Nilai-Nilai Kepramukaan Perlu Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Wawako Tanjungpinang, Raja Ariza: Nilai-Nilai Kepramukaan Perlu Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Tanjungpinang–Spektroom : Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menegaskan pentingnya Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda untuk membangun karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan. Melalui kegiatan kepramukaan, para pelajar diharapkan tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Hal tersebut disampaikannya saat

Desmawati, Rafles
Menkop Teken MoU dengan FSKN, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Budaya

Menkop Teken MoU dengan FSKN, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Budaya

Jakarta – Spektroom :  Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan penguatan ekonomi berbasis budaya melalui koperasi penting untuk mendukung kemandirian ekonomi keraton dan kesejahteraan masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat ia memberikan sambutan sekaligus menandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dalam Sarasehan Nasional dan Musyawarah Agung Raja-Sultan Nusantara

Nurana Diah Dhayanti