Sholat Idul Adha Di Solo Serentak
Solo - Spektroom : Sholat Idul Adha di Kota Surakarta ( Rabu, 27/05/2026) dilaksanakan secara serentak.
Dari pantuan Spektroom, sejak pagi hari Pk 5.30 umat Islam berduyun duyun mendatangi Masjid, lapangan bahkan fasilitas Umum seperti Jalan raya, sekolah untuk melaksanakan untuk Sholat Ied.
Di MTSN 2 Surakarta juga digunakan untuk Sholat Idul Adha karena memiliki halaman yang cukup luas, bahkan jamaah yang berdatangan tidak saja dari Masyarakat Kaluran Pajang Solo dimana lokasi sekolah berada, tetapi juga umat Islam di Kalurahan Makamhaji Kabupaten Sukoharjo yang hanya dipisahkan jalan Transito
Dalam ceramahnya Ustazd Wahyu Kurnianto diantaranya menyampaikan sholat idul adha yg lebih dikenal dengan idul korban merupakan ibadah untuk mempertebal iman sekaligus rasa syukur kepada Alloh termasuk bagi umat islam untuk mencotoh kerelaan dan ke ikhlasan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan Nabi Ismail.
Berkorban juga merupakan rasa syukur dan bentuk kemuliaan kepada Alloh, sekaligus sebagai umat muslim harus terus memperteguh Iman dan Islam
" Berkorban merupakan paket kesyukuran dan kemuliaan kepada Alloh, sekakigus sbg bentuk umat islam karena telah diberi kenikmatan Alloh, sehingga manusia harus terus memperteguh iman dan islam " Tegas Wahyu bertindak sebagai Khotib di MTSN 2 Solo
Sementara PD Muhamadiyah Surakarta mengajak umat Islam untuk meresapi kedalam pengorbanan melalui momentum penyebelihan hewan korban.
Sekretaris Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Surakarta Wiwit Hidayat, menyampaikan guna menjaga kesatuan pesan keagamaan pada perayaan Idul adha ini, pihaknya menerapkan sistem penyeragaman materi ceramah bagi seluruh khatib.
"Teks khotbah itu memang setiap salat id dibuat dari Majelis Tabligh, kemudian dikoreksi Majelis Tarjih dan PDM untuk dijadikan buku teks bagi yang bertugas," Jelas Wiwit.
Terkait pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Wiwit menjelaskan mayoritas panitia melaksanakannya tepat pada hari ini Rabu 27 Mei 2026 atau 10 Zulhijah.
Meskipun demikian, penyembelihan pada hari tasyrik yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah juga tetap dioptimalkan guna mencegah penumpukan kapasitas pengelolaan daging kurban di satu waktu.
Lebih jauh, Wiwit mengajak umat Islam untuk memaknai Idul adha bukan sekadar ritual penyembelihan semata, melainkan sebagai refleksi ketaatan mutlak Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail.
Karena, esensi dari ibadah kurban merupakan bentuk pembuktian tingkat ketakwaan seorang hamba di hadapan Sang Pencipta.(Murni/ Dan)