Sidang Pertama MPL PGIW Kepri tahun 2026 Tetapkan Program Strategis dan Perkuat Kepedulian Sosial

Sidang Pertama MPL PGIW Kepri tahun 2026 Tetapkan Program Strategis dan Perkuat Kepedulian Sosial

Batam-Spektroom : Sidang Pertama Majelis Pekerja Lengkap (MPL) yang digelar Persekutuan Gereja Gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Kepulauan Riau (Kepri) yang berlangsung sehari berhasil menghasilkan program-program strategis.

Sidang dilangsungkan di Gedung  Gereja Bethel Indonesia (GBI) house of Glory Batam berjalan lancar dengan rasa persaudaraan telah menghasilkan sejumlah program kerja yang akan menjadi arah pelayanan PGIW Kepri tahun 2026.

Sidang yang mengusung tema Hiduplah dalam terang yang membuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran  dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Ketua PGIW Kepulauan Riau, Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Kepri, para pimpinan gereja se-Kepulauan Riau, serta tamu undangan lainnya.

Ketika membuka Sidang MPL PGIW Kepri, Selasa (7/7/2026), Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Prtamura menegaskan bahwa Kepulauan Riau merupakan daerah yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.

“Kepulauan Riau adalah daerah yang sangat majemuk. Keberagaman yang kita miliki merupakan anugerah yang harus terus dirawat sehingga seluruh masyarakat dapat hidup dalam suasana damai, rukun, dan saling menghormati tanpa adanya konflik yang dapat mengganggu persatuan,” ujar Nyanyang.

Ia menilai, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, untuk bersama-sama menjaga kerukunan sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Wagub juga mengajak seluruh pengurus dan jemaat gereja untuk terus memperkuat nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan semangat gotong royong sebagai fondasi dalam membangun Kepulauan Riau yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera.

Wagub Kepri Nyanyang Hari Pratama memukul gong tanda di mulainya Sidang MPL Pertama.(Foto : Diskomino)

Nyanyang pada kesempatan itu menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar gereja atas belum dapat memberangkatkan Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kepri ke Manokwari beberapa waktu yang lalu.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kondisi yang dihadapi Pesparawi. Pemerintah Provinsi akan melakukan evaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali pada pelaksanaan Pesparawi di masa mendatang,” tegasnya.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tetap berkomitmen memberikan perhatian terhadap pembinaan kehidupan beragama dan mendukung berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan serta pembangunan karakter masyarakat.

Berita terkait

Rashdul Qiblat 15-16 Juli 2026, Kemenag Sawahlunto Ajak Masyarakat Cek Ulang Arah Kiblat Secara Serentak

Rashdul Qiblat 15-16 Juli 2026, Kemenag Sawahlunto Ajak Masyarakat Cek Ulang Arah Kiblat Secara Serentak

Sawahlunto–Spektroom : Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena Rashdul Qiblat pada 15 dan 16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB untuk melakukan pengecekan sekaligus memastikan kembali ketepatan arah kiblat masjid, musala hingga rumah tinggal. Ajakan tersebut disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kemenag Kota Sawahlunto,

Riswan Idris, Rafles
Satu Abad Ali Sadikin Diperingati, Pramono: Seni dan Budaya Harus Jadi Identitas Jakarta Global

Satu Abad Ali Sadikin Diperingati, Pramono: Seni dan Budaya Harus Jadi Identitas Jakarta Global

Jakarta – Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperingati 100 tahun kelahiran mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026). Momen tersebut menjadi penghormatan atas kontribusi Ali Sadikin yang dinilai berhasil meletakkan fondasi pembangunan Jakarta melalui penguatan sektor seni, budaya, dan

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno