Sinergi Hijau: 16 Rektor PTN-PTKIN Jatim dan Wali Kota Batu Teken Komitmen SDGs

Sinergi Hijau: 16 Rektor PTN-PTKIN Jatim dan Wali Kota Batu Teken Komitmen SDGs

SPEKTROOM, ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menjajaki sinergi strategis dengan Pemerintah Kota Batu dalam pengelolaan hutan kampus sebagai bagian dari pembangunan kampus hijau berkelanjutan. Audiensi tersebut digelar pada Selasa (3/6/2025) di Kota Batu, melibatkan Rektor UIN Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu.

Dalam pertemuan itu, Wakil Rektor II Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si., menyampaikan bahwa UIN Malang saat ini mengelola hutan kampus seluas 20 hektare sebagai ruang terbuka hijau. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutannya.

“Keberlanjutannya tentu memerlukan sinergi lintas sektor,” ujarnya.

UIN Malang telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Dinas Kehutanan untuk program penghijauan melalui penanaman 1.000 pohon matoa. Dari total 120 hektare lahan Kampus III di Kota Batu, sebagian juga dimanfaatkan untuk kerja sama ketahanan pangan bersama TNI dan Polri.

Rektor UIN Malang, Prof. Zainuddin, mengungkapkan bahwa pembangunan Kampus III didukung Saudi Fund for Development (SFD) dengan konsep arsitektur membentuk lafaz “Basmalah”. Ia berharap sinergi dengan Pemkot Batu terus diperkuat untuk menghadirkan edupark dan green campus yang memberi manfaat luas.

“UIN Malang merupakan satu-satunya PTN di Kota Batu. Kami ingin keberadaannya memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Prof. Zainuddin juga menyoroti keunikan UIN Malang sebagai kampus integratif berbasis pesantren. Mahasiswa baru diwajibkan tinggal di ma’had sebagai bagian dari pembinaan karakter. Selain itu, kampus ini juga menjadi rumah bagi lebih dari 400 mahasiswa asing dari berbagai latar belakang agama.

Wali Kota Batu, Nurochman, menyambut positif keberadaan UIN Malang di wilayahnya. Ia menilai kampus tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan dan lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi, kampus ini bukan hanya megah secara fisik, tapi juga menghadirkan semangat kolaborasi dan visi besar,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Kampus III mendukung program Pemkot Batu untuk mencetak 1.000 sarjana dari putra-putri daerah. Selain itu, potensi hutan kampus dinilai bisa dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau dan destinasi wisata edukatif.

“Kami ingin generasi muda lebih dekat dengan alam dan mengurangi ketergantungan pada gawai,” ujarnya.

Terkait infrastruktur, Nurochman memastikan bahwa perbaikan akses jalan menuju Kampus III menjadi prioritas. Ia menargetkan jalan tersebut dalam kondisi layak sebelum kampus diresmikan oleh Presiden.

“Insyaallah, sebelum peresmian oleh Presiden, akses jalan sudah nyaman dan aman,” pungkasnya. (Eno)

Berita terkait

BPOM Malut di Sofifi Gelar Bimtek dan Fasilitasi Keamanan Pangan bagi Komunitas di Halmahera Barat

BPOM Malut di Sofifi Gelar Bimtek dan Fasilitasi Keamanan Pangan bagi Komunitas di Halmahera Barat

Jailolo-Spektroom : Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku Utara di Sofifi melanjutkan tahapan intervensi Program Desa Pangan Aman di Desa Guaemaadu dan Galala Kabupaten Halmahera Barat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan kepada komunitas desa. Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha ritel pangan, industri rumah tangga pangan (IRTP)

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru