Siswa Di Solo Beri Respon, Wacana Enam Hari Sekolah.

Siswa Di Solo Beri Respon, Wacana Enam Hari Sekolah.
Wacana Penerapan Enam Hari Sekolah Di Solo Direspon Beragam Dari Siswa ( Jumat 21/11/2025, dok Freepik )

Spektroom.- Wacana penerapan kembali enam hari sekolah untuk Tingkat SMA dan SMK di Jawa Tengah termasuk kota Solo mendapat respon beragam dari siswa.

Salah satunya ketua OSIS SMK Negeri 3 Surakarta, Galang Bagus Setiawan yang mengaku lebih setuju dengan lima hari sekolah karena sebenarnya sudah dirasa nyaman .

Dengan lima hari sekolah yang diterapkan selama ini beban tugas siswa sudah cukup berat jika diberi dua hari libur pada Sabtu–Minggu sangat penting untuk memberi ruang istirahat, mengerjakan proyek kelompok, hingga mengikuti organisasi di luar sekolah.

Meski begitu, jika memang akan diberlakukan kembali enam hari sekolah Galang menilai, ada juga sisi positif yang dapat diambil karena jam pulang sekolah lebih cepat. Dimana pulang lebih awal pukul 12.00 ataupun pukul 13.00 dapat memberikan ruang untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di kuar jam pelajaran.

" Kalau pulangnya lebih cepat, misalnya jam 12 atau jam.1 teman teman bisa bagi waktu istirahat atau ikut ekskul ", Kata Galang. ( Jumat, 21/11/2025 )

Tak jauh berbeda, Ketua OSIS SMA Negeri 4 Surakarta, Rakai Raafiko, melihat adanya kelebihan dalam kebijakan enam hari sekolah, khususnya terkait efektivitas pembelajaran.

Dimana proses belajar di pagi hari termasuk pada hari Sabtu dapat membuat penyampaian materi lebih optimal.

Meski begitu Rakai mengakui sistem lima hari sekolah sebenarnya sudah berjalan efektif , khususnya di hari Sabtu dimanfaatkan untuk kegiatan ekstrakurikuler.

Di sisi lain menurut Rakai perubahan ke enam hari sekolah akan membutuhkan penyesuaian kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler yang selama ini terpusat pada akhir pekan.

Diharapkan apabila sistem enam hari benar-benar diterapkan, seluruh warga sekolah dapat menjalankannya secara konsisten agar tujuan kebijakan tersebut dapat tercapai.

" Harapannya kalau diterapkan semua warga sekolah bisa sejalan agar tujuannya tercapai" Jelas Rakai.

Baik Galang maupun Rakai secara prinsip berpendapat baik lima maupun enam hari sekolah memiliki kelebihan dan kekurangan, tetapi diharapkan keputusan akhir nantinya mampu menghadirkan sistem yang paling efektif sekaligus memberikan ruang seimbang antara belajar, istirahat, dan pengembangan diri.( Dan )

Berita terkait