Siswa MAN Kota Sawahlunto Juara I Lomba Rangking 1 Tingkat Kota, Singkirkan 95 Peserta dari Delapan Sekolah

Siswa MAN Kota Sawahlunto Juara I Lomba Rangking 1 Tingkat Kota, Singkirkan 95 Peserta dari Delapan Sekolah
Siswa MAN Kota Sawahlunto Juara I Lomba Rangking 1 Tingkat Kota, Singkirkan 95 Peserta dari Delapan Sekolah. (Foto: Desain Humas MAN Swl)

Sawahlunto–Spektroom : Prestasi membanggakan kembali diraih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto. Salah seorang siswanya, R. Zaidan Altaf Syauqi, berhasil meraih Juara I Lomba Rangking 1 tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Sawahlunto yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto di kawasan cagar budaya Museum Gudang Ransum, Rabu, (17/6/2026).

Keberhasilan tersebut menjadi bukti daya saing akademik siswa madrasah di tengah kompetisi yang diikuti puluhan peserta dari berbagai sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan madrasah aliyah di Kota Sawahlunto.

Lomba Rangking 1 tahun ini diikuti oleh 96 peserta yang berasal dari delapan sekolah, masing-masing mengirimkan 12 peserta. Mereka berasal dari SMAN 1 Sawahlunto, SMAN 2 Sawahlunto, SMAN 3 Sawahlunto, SMKN 1 Sawahlunto, SMKN 2 Sawahlunto, MAN Kota Sawahlunto, MAS Lunto, dan SMAS SDI Silungkang.

Dalam perlombaan tersebut, para peserta diuji melalui berbagai pertanyaan yang mencakup pengetahuan umum, sejarah, kebudayaan, pendidikan, wawasan kebangsaan, hingga matematika. Persaingan berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga final karena seluruh peserta merupakan perwakilan terbaik dari sekolah masing-masing.

Di tengah kompetisi yang berlangsung sengit, Zaidan Altaf Syauqi mampu menunjukkan performa yang konsisten. Dengan ketenangan dan penguasaan materi yang baik, ia berhasil menjawab berbagai pertanyaan hingga menjadi peserta terakhir yang bertahan dan dinobatkan sebagai juara pertama.

Atas capaiannya, Syauqi menerima piagam penghargaan, piala juara, dan tabungan pendidikan yang diserahkan oleh panitia penyelenggara. Prestasi itu sekaligus menambah daftar capaian akademik MAN Kota Sawahlunto dalam berbagai ajang kompetisi tingkat daerah.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran guru pendamping, Musriyeni dan Sari Widra Feby, yang secara intensif memberikan pembinaan, motivasi, serta penguatan materi menjelang pelaksanaan lomba. Pendampingan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membantu peserta tampil optimal selama kompetisi berlangsung.

“Prestasi yang diraih Syauqi saat ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh siswa MAN Kota Sawahlunto lainnya untuk terus belajar, berani berkompetisi, dan mengukir prestasi di berbagai bidang lomba yang diikuti,” kata Dafril.

Ia menegaskan bahwa madrasah tidak hanya fokus pada pembinaan karakter dan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga berupaya meningkatkan kapasitas intelektual peserta didik agar mampu bersaing di berbagai bidang akademik.

Menurut Dafril, capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan yang setara bahkan mampu menjadi yang terbaik dalam kompetisi yang melibatkan berbagai sekolah umum dan kejuruan. Karena itu, pihaknya akan terus mendorong penguatan budaya literasi, pengembangan wawasan kebangsaan, serta peningkatan kualitas pembelajaran.

Penyelenggaraan Lomba Rangking 1 di Museum Gudang Ransum juga dinilai memberikan nilai edukatif tersendiri. Selain menguji kemampuan akademik peserta, kegiatan itu turut mengenalkan generasi muda kepada salah satu situs sejarah penting di Kota Sawahlunto yang menjadi bagian dari warisan budaya pertambangan batubara dunia.

Prestasi yang diraih R. Zaidan Altaf Syauqi menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MAN Kota Sawahlunto. Keberhasilan tersebut tidak hanya mencerminkan kecerdasan individu, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan pembinaan pendidikan di madrasah dalam melahirkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki wawasan luas.

Dengan capaian tersebut, MAN Kota Sawahlunto kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan peserta didik unggul dan kompetitif, sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri melalui berbagai ajang kompetisi akademik maupun nonakademik.(Ris1)

Berita terkait

Fatrionaldi Soroti Besarnya SILPA APBD 2025, Dinilai Hambat Perputaran Ekonomi Daerah

Fatrionaldi Soroti Besarnya SILPA APBD 2025, Dinilai Hambat Perputaran Ekonomi Daerah

Sawahlunto–Spektroom : Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sawahlunto Tahun Anggaran 2025 kembali menjadi sorotan DPRD. Ketua Fraksi PAN–PKB DPRD Kota Sawahlunto, Fatrionaldi, menilai tingginya SILPA menunjukkan belum optimalnya perencanaan dan realisasi anggaran pemerintah daerah sehingga berdampak terhadap laju pertumbuhan

Riswan Idris, Rafles
Indonesia Siap Jadi Kekuatan Digital Asia, Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri

Indonesia Siap Jadi Kekuatan Digital Asia, Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri

Jakarta-Spektroom : Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan Indonesia tidak boleh lagi puas hanya menjadi pasar besar ekonomi digital. Indonesia harus naik kelas menjadi pencipta dan pemilik nilai, sehingga pertumbuhan digital benar-benar mensejahterakan masyarakat dan memperkuat ekonomi nasional. Dengan nilai ekonomi digital mencapai US$100 miliar terbesar di ASEAN

Diah Utami, Rafles
Meniti Jalan Damai di Luar Sidang, Ketua MA Terima Audiensi SMSI Bahas Penguatan Budaya Mediasi

Meniti Jalan Damai di Luar Sidang, Ketua MA Terima Audiensi SMSI Bahas Penguatan Budaya Mediasi

Jakarta–Spektroom : Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengajukan gagasan strategis kepada Mahkamah Agung (MA) untuk memperkuat budaya mediasi di Indonesia melalui program pendidikan dan pelatihan mediator bersertifikat yang melibatkan jaringan media siber di berbagai daerah. Gagasan tersebut disampaikan dalam audiensi SMSI dengan Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. Sunarto, S.

Riswan Idris, Rafles