SMAN 2 Batang Mengikis Cap Sebagai 'Pilihan Kedua' Pada SPMB
Batang-Soektroom: SMA Negeri 2 Batang sedang membuktikan konsistensi dalam membangun kualitas pendidikan untuk menghapus cap "pilihan kedua".
Kepala Sekolah, Yulianto Nurul Furqon mengaku tak mempermasalahkan sekolahnya masih mendapatkan kepercayaan publik di peringkat kedua pada tiap pembukaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) TA 2026/2027. Namun, yang harus menjadi perhatian publik adalah siswa-siswi dari tahun ke tahun mampu menunjukkan kualitasnya, baik secara akademis maupun sosialnya.
"Terbukti di tahun 2026, anak-anak kami berhasil menjadi juara umum di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Dari sisi kepedulian sosial, sekolah kami dalam proses menuju Sekolah Adiwiyata Nasional," ungkapnya saat ditemui di halaman SMA Negeri 2 Batang, Jumat, 5 Juni 2026.
Selain prestasi anak didik, para pendidik pun tetap berkompetisi meningkatkan kualitas keilmuan dalam pembelajaran.
"Pendidik kami juga mampu membimbing anak didiknya dalam berkompetisi di ajang perlombaan seperti film pendek dan lainnya," ujarnya.
Menurutnya, yang terpenting adalah lingkungan dan proses selama pembelajaran.
"Karena sekolah kami berwawasan lingkungan, tentu akan membuat anak lebih nyaman dalam menyerap segala ilmu dari para guru," katanya.
Saat ini, ratusan calon murid baru sedang melakukan verifikasi berkas, sebelum pendaftaran yang dapat dilakukan secara online. Bagi yang memerlukan bantuan, seluruh anggota panitia siap memberikan bantuan agar memudahkan dalam tiap prosesnya.
"Daya tampung kami 288 siswa yang terbagi dalam 8 rombongan belajar. Kami harapkan seluruh calon murid baru beserta orang tua tetap mengikuti segala prosedur, sesuai tagline "No Titip, No Jastip",' ucapnya.
Beberapa orang tua maupun siswa memberikan tanggapan beragam terkait pilihannya ke SMA 2 Batang. Salah satunya, wali murid Ipda Agus Supriyanto bersama anandanya, Destian Reiffansyah.
Ia mengaku, sebelumnya telah memilih ke SMA lain. Namun, karena faktor kedekatan dengan tempat tinggal, akhirnya menjatuhkan pilihan ke SMA Negeri 2 Batang.
"Ya karena faktor kedekatan sama rumah, saya sebagai orang tua yang mendukung di SMA 2. Biar akses sejalan waktu nganter adiknya," katanya.
Destian pun mengakui, karena pendidikan sebelumnya berbasis pondok pesantren, tentu berupaya menyesuaikan diri dengan mengoptimalkan potensi diri.
"Dulu waktu di SMP pernah jadi Dewan Penggalang, di sini ingin jadi pengurus OSIS dan mengembangkan bakat di cabang futsal untuk SMA 2," ujarnya.
Pernyataan berbeda disampaikan oleh Irul bersama putrinya, Nindia. Mereka menjadikan SMA 2 sebagai pilihan pertama. Ibu dan anak tersebut memilih SMA N 2 Batang karena faktor kedekatan dengan tempat tinggal. Selain itu, mereka semakin termotivasi ketika melihat SMA 2 menjadi tempat studi banding dari Australia dan Korea Selatan.
"Yang jelas karena ada studi banding dari atau ke mancanegara, otomatis kualitasnya bagus dan tidak kalah dengan sekolah lainnya. Makanya, anak milih di sini," ujarnya.
Dari sisi potensi, Nindia memilih menjadi calon siswa SMA 2 Batang karena berharap dapat mengembangkan bakat di seni bela diri taekwondo.
"Dulu pernah juara Bupati Cup, makanya daftar ke sini, biar bisa berkembang," ucapnya.