Solo Akan Mengalami Kekurangan 404 Guru

Solo Akan Mengalami Kekurangan 404 Guru
Solo Tahun 2027, Akan Mengalami Kekurangan Guru, Jika Tidak Ada Penambahan Kuota Mengingat Saat ini 154 orang Status Non ASN Nantinya dihapus dan 250 Guru Memasuki Pensiun ( Rabu 13/05/2025, dok : freepik )

Solo - Spektroom : Tahun 2027, di proyeksikan Solo akan mengalami kekurangan guru sebanyak 404 orang.

Angka tersebut merupakan akumulasi adanya 154 guru non ASN dan 250 guru yang memasuki masa pensiun hingga akhir tahun 2026, sehingga pemenuhan kuota tenaga pendidikan mendesak dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan ditengah penghapusan tenaga non ASN dan pengajar yang sudah pensiun.

Dikonfirmasi ( Rabu 13/05/2026 ) Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan status kepegawaian, baik ASN maupun non-ASN, sebenarnya bukan persoalan utama bagi daerah, karena prioritasnya tersedianya tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi teknis dan sertifikat profesi yang sah.

Tanpa adanya kebijakan pemenuhan kuota yang jelas, dikhawatirkan banyak ruang kelas yang tidak memiliki pendamping pembelajaran saat aturan baru diterapkan.

"Mau pakai status ASN boleh, mau non-ASN juga boleh. Yang penting adalah anak mendapatkan hak pembelajarannya dengan pendampingan seorang guru yang sesuai dengan kompetensinya," Jelas Dwi Ariyatno,

Hingga saat ini, sebanyak 154 guru non-ASN mengajar di jenjang PAUD, SD, dan SMP masih memegang tanggung jawab penuh dalam proses pendidikan .

Perikatan mereka telah diatur melalui skema kebijakan lokal guna memberikan jaminan hak dan kewajiban yang jelas bagi para pengajar.

Dengan adanya tafsir aturan bahwa tahun 2027 sekolah negeri harus sepenuhnya diampu ASN, Solo membutuhkan jaminan pengganti yang pasti, sehingga Dinas Pendidikan memproyeksikan, jika 154 tenaga non-ASN diberhentikan ditambah 250 guru yang pensiun jika tidak ada tambahan kuota ASN baru, maka sistem pendidikan akan terganggu.

Di sisilain Pemerintah daerah siap mengikuti mekanisme seleksi apa pun, baik melalui jalur PNS maupun PPPK, jumlah kebutuhan guru di Kota Bengawan terpenuhi secara utuh.

"Kalau 404 posisi ini tidak ada penggantinya dan tidak ada kebijakan penambahan ASN, saya tetap akan mendukung guru non-ASN diberikan kesempatan mengajar daripada sekolah kosong dan murid kehilangan hak belajarnya," tegas Dwi .
(Dan)

Berita terkait

Wamenkes RI Kunjungi RSUD Bukittinggi, Wako Ramlan Serahkan Proposal Penunjang Kesehatan

Wamenkes RI Kunjungi RSUD Bukittinggi, Wako Ramlan Serahkan Proposal Penunjang Kesehatan

Bukittinggi-Spektroom : Dalam rangkaian kegiatan di Kota Bukittinggi, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama dan dr. Suir Syam, mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukittinggi, Rabu (13/5/2026). Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyerahkan proposal bantuan

Wiza Andrita, Rafles
Wagub NTB, FKD MPU Perkuat Kolaborasi Lintas Daerah  Menghadapi Tantangan Global

Wagub NTB, FKD MPU Perkuat Kolaborasi Lintas Daerah Menghadapi Tantangan Global

Semarang-Spektroom : Penguatan kerja sama kawasan Bali–Nusa Tenggara sebagai kekuatan strategis nasional sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan, konektivitas wilayah, dan transisi energi berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikan Wagub NTB Hj Indah Damanti saat menghadiri Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) Tahun 2026 di Semarang,

Marsam Putrangga, Rafles
Presiden Prabowo Subianto Saksikan langsung Penyerahan Denda Rp10,27 Triliun dan Lahan Kawasan Hutan seluas 2,37 Juta hektare kepada Negara

Presiden Prabowo Subianto Saksikan langsung Penyerahan Denda Rp10,27 Triliun dan Lahan Kawasan Hutan seluas 2,37 Juta hektare kepada Negara

Jakarta-Spektroom: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penyerahan denda administratif sebesar Rp10,27 triliun dan lahan kawasan hutan seluas 2,37 juta hektare kepada negara dalam acara yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026. Kepala Negara menyebut, penyerahan tersebut merupakan bagian penting dari

Rafles