Stunting Masih Mengancam, Ambon Satukan Kekuatan di Pra Musrenbang
Ambon-Spektroom: Ancaman stunting masih membayangi Kota Ambon. Menjawab itu, Pemerintah Kota Ambon mengumpulkan kekuatan lintas sektor melalui Forum Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 yang digelar di Hotel Marina, Kecamatan Sirimau, Rabu (8/4/2026).
Sebanyak 150 peserta dari unsur pemerintah, pemangku kepentingan, hingga perwakilan masyarakat dilibatkan. Forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan langkah dan mempercepat penanganan stunting yang dinilai masih menjadi persoalan serius di daerah.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja bersama, terarah, dan berkelanjutan agar hasilnya berdampak langsung pada masyarakat.
Pra Musrenbang ini mengacu pada kebijakan nasional, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal dan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, serta kebijakan daerah terkait tim koordinasi dan lokasi prioritas.
Dalam forum tersebut, pemerintah mendorong sinkronisasi program lintas sektor, mulai dari perencanaan, penguatan layanan kesehatan, hingga intervensi berbasis keluarga di wilayah sasaran. Konsolidasi ini diharapkan mampu menutup celah penanganan yang selama ini belum maksimal.
Sejumlah narasumber dari tingkat provinsi dan kota turut memaparkan strategi penanganan, termasuk penguatan data, perluasan cakupan layanan, dan peningkatan kualitas intervensi di lapangan.
Pemkot Ambon menekankan bahwa keberhasilan menekan stunting sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat harus terlibat aktif dalam upaya pencegahan sejak dini.
Melalui forum ini, Ambon menegaskan komitmennya untuk tidak tinggal diam. Upaya percepatan penurunan stunting terus didorong agar kualitas hidup anak-anak dan generasi masa depan semakin terjamin.(EM)