Trending

Suara "Iwak Kutuk Goreng.." Hidupkan Suasana Pagi Alun-alun Selatan Surakarta

Suara "Iwak Kutuk Goreng.." Hidupkan Suasana Pagi Alun-alun Selatan Surakarta
Penjual Iwak Kutuk Goreng di Alun-alun Selatan Kota Surakarta. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: "Iwak kutuk, wader goreng, udang goreng.. monggo.. monggo.."

Suara itu berulang kali terdengar dari sebuah pengeras suara kecil yang terpasang di sepeda motor yang diparkir di pinggir Alun-alun Selatan Keraton Surakarta, Rabu (15/7/2026).

Di balik suara tersebut, seorang pria lanjut usia tampak sibuk menata dagangannya berupa kotak-kotak mika berisi ikan kutuk goreng, wader goreng, dan udang goreng yang siap dibawa pulang sebagai lauk.

Tak butuh waktu lama, beberapa pengunjung yang usai berolahraga mulai mendekati lapaknya.

"Bawa ikan goreng ya, Pak. Berapa kutuk gorengnya?" tanya seorang ibu rumah tangga.

"Kutuk goreng Rp20 ribu per bungkus, kalau wader dan udang goreng Rp15 ribu," jawab penjual sambil memperlihatkan dagangannya.

Seorang pengendara sepeda motor yang melintas pun ikut berhenti.

"Wadernya masih ada, Pak? Saya beli dua, tambah kutuk satu," katanya.

Penjual itu adalah Rismanto (70), warga Solo yang hingga kini masih bersemangat mencari nafkah. Hampir setiap hari ia berjualan berkeliling menggunakan sepeda motor yang dilengkapi pengeras suara kecil untuk menawarkan dagangannya.

Selain mangkal di kawasan Alun-alun Selatan pada pagi hari, Rismanto juga berkeliling kampung agar seluruh dagangannya habis terjual.

"Saya keliling juga ke kampung-kampung. Biar dagangan cepat habis," ujarnya kepada Spektroom.

Riswanto, menunjukan dagangannya Iwak Kutuk Goreng dan Wader Goreng. (Foto: Ciptati Handayani)

Setiap hari ia membawa sekitar 30 bungkus ikan kutuk goreng, 10 bungkus wader goreng, dan 10 bungkus udang goreng. Seluruh dagangan tersebut diambil dari produsen langganannya, sedangkan bahan baku ikan diperoleh dari kawasan Pantura.

Menurut Rismanto, ikan kutuk atau ikan gabus menjadi menu yang banyak dicari masyarakat. Selain rasanya gurih, ikan ini juga dipercaya memiliki kandungan protein tinggi yang baik untuk membantu pemulihan kesehatan.

"Banyak yang cari iwak kutuk. Katanya bagus untuk kesehatan, jadi hampir setiap hari habis," tuturnya sambil tersenyum.

Keberadaan Rismanto menjadi salah satu potret kehidupan di Alun-alun Selatan Surakarta. Di tengah ramainya warga yang berolahraga dan menikmati suasana akhir pekan, pria berusia 70 tahun itu tetap setia mengais rezeki dengan cara sederhana. Suara dari pengeras suara kecil di motornya seolah menjadi penanda pagi yang akrab bagi para pengunjung.

Bagi sebagian orang, ikan goreng yang dibawanya mungkin hanya lauk sederhana. Namun bagi Rismanto, setiap bungkus yang terjual adalah semangat untuk terus berkarya dan tetap mandiri di usia senja. (Ciptati Handayani)

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles