Sukseskan Program Gerakan Indonesia Asri, PC LDII Tanjung Karang Barat Lakukan Korve
Bandar Lampung - Spektroom: Giat korve (kerja bakti) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Lampung merupakan bagian dari program "LDII Peduli" yang kerap dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Kegiatan ini diwujudkan melalui aksi bersih-bersih lingkungan, fasilitas umum, hingga area sekitar kantor. Giat ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri.
Seperti halnya yang dilakukan Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (PC LDII) Tanjung Karang Barat, Bandarlampung, di Jln. Sisingamangaraja Kelurahan Gedong Air Bandarlampung, Jum'at (3/7/2026)
Program korve yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto adalah gerakan kerja bakti gotong royong untuk membersihkan lingkungan.
"Program ini bertujuan untuk penguatan 3K, yakni Kedisiplinan, Kebersihan, dan Kepedulian lingkungan, serta menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri dan Bandarlampung Bersinar" ujar Ketua PC LDII Tanjungkarang Barat. H.Marsaid, disela kegiatan.
Giat ini menjadi program rutin LDII dalam kampanye gerakan kebersihan (Jum'at Asri/Jum'at Bersih) yang melibatkan warga LDII Kota Bandar Lampung.
H.Marsaid, Pensiunan RRI Bandarlampung ini juga mengatakan, giat bersih bersih sampah tersebut melibatkan 65 anggota LDII dan masyarakat sekitar lokasi Korve, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 344 kota Bandar Lampung.
Ditempat yang sama Lurah Gedong air, Fajar Muntoni, menyampaikan, kegiatan bersih-bersih lingkungan LDII peduli tersebut sebagai upaya untuk mewujudkan Bandar lampung bersinar.
"Kami mengapresiasi atas kepedulian LDII, kami sangat bangga dengan program LDII yang ikut peduli untuk kebersihan kota Bandarlampung yang telah berusia 344 tahun ini" ujarnnya.
Sekedar informasi, dari data yang dihimpun redaksi, produksi sampah di Bandar Lampung mencapai kisaran 700 hingga 850 ton per hari, yang bermuara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung.
Mengingat mayoritas sampah belum terkelola optimal, Pemkot Bandar Lampung berencana melakukan penutupan TPA Bakung pada 2028 dan kini tengah menjajaki teknologi pengolahan sampah modern seperti briket batu bara serta fasilitas terpadu di Lampung Selatan.(@Ng).