Surat Terbuka Walikota Padang Panjang Hendri Arnis, Mengenang Satu Bulan Bencana Longsor (27 November–27 Desember 2025)

Surat Terbuka Walikota Padang Panjang Hendri Arnis, Mengenang Satu Bulan Bencana Longsor (27 November–27 Desember 2025)
Walikota Padang Panjang. Hendri Arnis. (Foto: SS Video Dok Kominfo Padang Panjang)

Spektroom - Satu bulan telah berlalu sejak bencana longsor menguji keteguhan Kota Padang Panjang. Luka belum sepenuhnya sembuh, duka masih terasa, namun dari puing dan air mata, kami menyaksikan cahaya harapan dan kekuatan kebersamaan.

Saya Walikota Padang Panjang, Hendri Arnis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada, para donatur, seluruh pihak dan relawan, tim SAR, TNI–Polri, tenaga kesehatan, OPD, komunitas, serta seluruh pihak terkait yang telah hadir tanpa lelah, bekerja dengan hati, dan mengorbankan waktu serta tenaga demi kemanusiaan.

Tak mampu kami sebutkan satu per satu, namun setiap ikhtiar akan selalu kami kenang.

Semoga segala bantuan, pengorbanan, dan keikhlasan yang diberikan menjadi amal ibadah, serta dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan pahala terbaik.

Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Doa dan empati kami tercurah untuk seluruh korban bencana dan keluarga yang ditinggalkan.

Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keteguhan hati dalam menghadapi ujian ini.

Pemerintah Kota Padang Panjang akan terus hadir, mendampingi masyarakat, dan berupaya maksimal dalam proses pemulihan - hari ini, esok, dan seterusnya.

Karena dari kebersamaan dan kepedulian kita menemukan harapan untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

(Padang Panjang, 27 Desember 2025)

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti