Trending

Tanam Cabe Di Pekarangan Rumah, Petani Waiyomar Raup 13 juta Rupiah Dalam Sepekan

Tanam Cabe Di Pekarangan Rumah, Petani Waiyomar    Raup 13 juta Rupiah Dalam Sepekan
Petani cabe Petrus Wattimena, giat panen cabe, disaat melonjaknya harga cabe di Kota Ambon. Foto: Spektroom/Yan.L.

Ambon-Spektroom:
Petani cabe di kampung Waiyomar Dusun Seri Negeri Urimesing Kota Ambon, pandai melihat peluang pasar jelang maupun menghadapi Perayaan Hari hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan perayaan Paskah dimana tingginya kebutuhan masyarakat akan sayur mayur. Kondisi tersebut mengakibatkan melambungnya harga sayur mayur di pasaran,termasuk harga cabe rawit yang kian melonjak drastis.

Dalam sepekan ini harga cabe rawit di Pasar Mardika Kota Ambon berkisar 120 ribu rupiah per kilogram, terus naik saat lebaran lalu mencapai 230 ribu rupiah. Dalam sepekan saja petani Kampung Waiyomar Dusun Seri bapak Petrus Wattimena berhasil meraup 13 juta rupiah dari hasil panen cabe rawit yang ia tanam disekeliling rumahnya.

Pembudidayaan tanaman cabe yang dilakukan secara Skala Rumahan ini, ditanami sekitar 2 ribu pohon cabe.

Ditemui Spektroom di rumah kediamannya kampung Waiyomar Dusun Seri, Sabtu (28/3/2026) Petrus Wattimena menuturkan, dua hari sekali ia panen sekitar 20 kilogram dengan harga jual bervariasi antara 110 hingga 150 ribu rupiah per kilogram,tergantung harga dipasaran.

Dua hari sekali istri dan 3 anak gadisku panen dari sore hingga malam hari, karena lokasinya tidak jahu, hanya berada di pekarangan rumah ujar bapak Petrus.

Dengan demikian dalam sebulan ini tidak heran kalo petani cabe rawit ini berhasil meraup 40 juta rupiah lebih lewat kebun skala rumahan ini.

Hasil Panen Cabe rawit Petani di Kampung Waiyomar Dusun Seri Kota Ambon.Dok foto Yan.L


Selain Ia menanam cabe skala Rumahan, hal unik yang ia lakukan dengan menggunakan sistem tumpang sari , tidak hanya tanaman cabe yang ia tanam, tetapi padi ladang , jagung dan kacang hijau pun ia tanam di sela sela tanaman cabe, sehingga hasil panennya bervariasi.

Kebun skala rumahan petani Dusun Seri Urimesing Kota Ambon yang ditanam dalam sistem tumpang sari.

Padi juga sudah panen kata bapak Petrus, kami tidak menjualnya hanya untuk konsumsi sehari hari, demikian jagung dan kacang hijau. Tapi untuk tanaman cabe itu menjadi komuditi andalannya, karena memiliki prospek cerah dan menjanjikan, tutur bapak 9 anak ini.

Berdasarkan hasil pantauan Spektroom di lokasi Pasar Mardika Kota Ambon , Sabtu 28 Maret 2026 harga cabe rawit per kilogram masih berkisar 120 rupiah dan cabe keriting 100 ribu rupiah per kilogram. Melonjaknya harga cabe rawit di pasaran semakin memberi peluang bagi petani cabe meraup keuntungan maximal dari hasil produksinya.(Yan.L)

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru