Tancap Gas Pembangunan, Bupati Madiun Resmikan 10 Proyek Infrastruktur Strategis 2025
Spektroom — Komitmen Pemerintah Kabupaten Madiun dalam memperkuat fondasi pembangunan kembali ditegaskan. Bupati Madiun Hari Wuryanto meresmikan 10 Proyek Pembangunan Infrastruktur Tahun Anggaran 2025 yang seluruhnya telah rampung. Peresmian dipusatkan di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, sebagai salah satu titik strategis pembangunan, Selasa (27/1/2026).
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Madiun, disaksikan jajaran perangkat daerah, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Momentum ini sekaligus menjadi penanda bahwa pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada perencanaan, tetapi diwujudkan hingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sepuluh proyek yang diresmikan mencakup berbagai sektor vital, mulai dari konektivitas, pendidikan, kesehatan, hingga layanan dasar air bersih dan irigasi. Proyek-proyek tersebut meliputi Penggantian Jembatan Klumutan II di Desa Klumutan, Pembangunan Pagar Makam Gemblung Desa Klecorejo Kecamatan Mejayan, Revitalisasi SMP Negeri 2 Mejayan, serta Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas SD Negeri Sidomulyo 02 Kecamatan Sawahan.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah meresmikan Pembangunan Doorloop RSUD Caruban dan Gedung Instalasi Linen RSUD Dolopo untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit. Sementara itu, akses air bersih diperkuat melalui Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan di Desa Segulung Kecamatan Dagangan dan Desa Batok Kecamatan Gemarang. Tak kalah penting, sektor pertanian dan tata kota turut mendapat perhatian melalui Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Kaligede Desa Tulung Kecamatan Saradan serta Rehabilitasi Saluran Drainase dan Trotoar Ruas Jalan A. Yani Caruban.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Infrastruktur yang baik akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperlancar aktivitas masyarakat, serta memperkuat konektivitas antarwilayah. Dampaknya bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk keberlanjutan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Ia berharap, keberadaan infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama, sehingga manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Pemerintah hadir untuk memastikan pembangunan menyentuh kebutuhan riil warga. Mari kita jaga bersama hasil pembangunan ini,” pungkasnya.
Dengan rampungnya sepuluh proyek strategis tersebut, Kabupaten Madiun kian mantap melangkah menuju daerah yang terkoneksi, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.