Tantan Sulthon Resmi Pimpin PWI Jabar 2026-2031, Pendidikan Wartawan Jadi Prioritas
Bandung - Spektroom: Tantan Sulthon Bukhawan resmi memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat periode 2026-2031. Ia dilantik Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026).
Pelantikan jajaran Pengurus PWI Jawa Barat ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan PWI Pusat Nomor 106-PGS/PP-PWI/IX/2026 tentang Pengesahan PWI Provinsi Jawa Barat Masa Bakti 2026-2031.
SK tertanggal 28 September 2026 tersebut ditandatangani Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Sekretaris Jenderal Marthen Selamet Susanto, dan Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengucapan kata-kata pelantikan oleh Akhmad Munir yang diikuti seluruh jajaran pengurus PWI Jabar. Pengukuhan ditutup dengan penyerahan SK dan Pataka PWI serta pembacaan Deklarasi "Dari Bandung untuk Pers Indonesia."
Dalam sambutannya, Tantan Sulthon Bukhawan menegaskan komitmen PWI Jabar membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat. Namun, kolaborasi tersebut tetap harus dibangun dengan menjaga peran dan fungsi masing-masing.
Ia menegaskan, pers tetap memiliki fungsi penting sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
"Kita memiliki niat baik untuk membesarkan dan menjadi mitra Pemprov Jabar. Tentunya pemerintah daerah punya kinerja, dan insan pers punya kewajiban untuk terus mengawal," ujar Tantan.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengingatkan pengurus baru agar menjaga marwah organisasi sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan pers selama lima tahun masa kepengurusan.
"Kepercayaan, kehormatan, dan kemuliaan yang diterima hari ini sebagai Pengurus PWI Jabar nantinya harus dipertanggungjawabkan di akhir masa bakti," tegas Munir.
Munir juga menyebut jumlah anggota PWI secara nasional kini telah mencapai lebih dari 30 ribu wartawan. Menurutnya, besarnya jumlah anggota harus diiringi peningkatan kualitas dan profesionalisme wartawan.
Karena itu, ia menekankan agar wartawan tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Pesan mengenai peningkatan kualitas wartawan juga disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia mendorong pendidikan wartawan menjadi salah satu program prioritas PWI Jabar selama kepemimpinan Tantan Sulthon Bukhawan.
Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, serta pengurus PWI kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Ketua PWI Kota Depok Rusdy Nurdiansyah yang hadir dalam acara tersebut menyatakan kesiapan organisasinya mendukung program kepengurusan PWI Jabar yang baru.
"PWI Kota Depok siap mendukung dan memadukan kegiatan dengan program kerja PWI Jabar yang bakal digelar Kang Tantan. Tentu demi hadirnya profesionalitas dan kesejahteraan wartawan, di tengah tantangan disrupsi media hari ini dan ke depan," kata Rusdy.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, PWI Jabar periode 2026-2031 selanjutnya akan menjalankan program organisasi selama lima tahun. Agenda kepengurusan diarahkan antara lain pada penguatan profesionalisme, peningkatan kualitas wartawan, pendidikan jurnalistik, serta penguatan sinergi organisasi dengan berbagai pemangku kepentingan.