Tegguh Yuliarto, ASN Pontianak yang Jadi Penjaga Damai dan Harumkan Nama Kalbar
Spektroom – Tak banyak yang tahu, di balik jabatan sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota Pontianak, Tegguh Yuliarto menyimpan semangat luar biasa dalam mendamaikan warga yang berselisih.
Upayanya itu kini berbuah manis: ia berhasil meraih Indonesia Alternative Dispute Resolution (IADR) Awards 2025 dari Dewan Sengketa Indonesia (DSI).
Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Presiden DSI, Sabela Gayo, dalam ajang Indonesia Arbitration Week dan Indonesia Mediation Summit 2025 di Quest Hotel, Denpasar, Bali, Rabu (05/11/2025).
Dari Kalimantan Barat, hanya Tegguh yang berhasil membawa pulang penghargaan tersebut.
Bagi Tegguh, kabar dirinya terpilih menjadi penerima penghargaan terasa seperti mimpi.
“Saya kaget waktu dikabari lolos. Seleksinya panjang, mulai dari wawancara sampai asesmen dewan juri. Rasanya tak percaya bisa sampai ke tahap itu,” ujarnya dengan nada haru.
Saat proses penilaian berlangsung, Tegguh masih menjabat sebagai Lurah Darat Sekip.
Dalam sesi wawancara, ia menceritakan bagaimana seorang lurah tak hanya bertugas mengurus administrasi, tetapi juga menjadi penengah di tengah warga yang berselisih.
“Kalau bisa diselesaikan dengan musyawarah, kenapa harus ke pengadilan? Prinsip saya, damai itu indah dan cepat menyejukkan masyarakat,” tuturnya.
Kini, Tegguh menjabat sebagai Sekretaris Camat Pontianak Tenggara sekaligus Ketua Umum DPD Non Litigation Peacemaker Association (NLPA) Kalbar.
Melalui peran ganda itu, ia terus menularkan semangat damai kepada ASN lain dan masyarakat luas.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut memberi apresiasi tinggi.
“Tegguh adalah contoh ASN yang tak hanya bekerja secara administratif, tapi juga menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
Prestasi ini membanggakan bagi Kota Pontianak,” ujarnya.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi pengakuan atas dedikasi Tegguh dalam menghidupkan nilai musyawarah dan keadilan sosial di tingkat lokal.
Di tengah zaman yang serba cepat dan penuh ego, kehadirannya menjadi pengingat bahwa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan hati tenang tetaplah cara terbaik.
Dari meja lurah hingga panggung nasional, kiprah Tegguh menjadi bukti bahwa damai bisa lahir dari ketulusan dan komitmen seorang abdi negara.