Tekan Angka Stunting, Di Solo 75 Rumah Tak Layak Huni Direnovasi

Tekan Angka Stunting, Di Solo 75 Rumah Tak Layak Huni Direnovasi
Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani Melakukan Pemantuan Langsung Renovasi Rumah Keluarga Penerima Manfaat Di Kalurahan Pajang Laweyan Solo ( Kamis 28/11/2025, Dan )

Spektroom - Penurunan angka stunting di Solo terus digencarkan tidak saja melalui pemenuhan gizi dan layanan kesehatan tetapi juga diperluas ke sektor hunian.

Dari sisi lingkungan, Pemerintah Kota Surakarta mengalokasikan anggaran untuk membenahi 75 rumah tidak layak huni (RTLH) yang dihuni keluarga berisiko stunting.

Saat meninjau rumah yang direnovasi di Kalurahan Pajang Laweyan,( Kamis, 28/11/2025 ) Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, menegaskan persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan kesehatan, tetapi juga pembenahan lingkungan seperti sanitasi dan kualitas air yang dikonsumsi.

“Kami menemukan fakta di lapangan stunting tidak hanya dipengaruhi oleh sektor kesehatan, tetapi juga lingkungan, khususnya sanitasi dan kualitas air yang dikonsumsi rumah tangga,” tegas Astrid

Sedang pembenahan lingkungan berupa renovasi 74 rumah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari struktur bangunan hingga sanitasi air, untuk memastikan hunian layak bagi tumbuh kembang anak saat ini sudah hampir selesai.

Pembenahan rumah merupakan program khusus sekaligus guna mengurangi kawasan kumuh, meski tetap fokus pada penanganan stunting

“Ini merupakan salah satu program khusus dalam mengurangi kawasan kumuh, namun kami fokuskan untuk penanganan stunting,” kata Astrid .

Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Surakarta, Nico Agus Putranto, menjelaskan program RTLH khusus stunting dibagi dalam dua tahap dengan total 75 unit pada tahun anggaran 2025.

Nico menambahkan intervensi berbasis hunian penting karena kondisi rumah yang lembab, minim ventilasi, dan tidak sehat dapat memicu gangguan kesehatan termasuk stunting.

Sementara, dalam upaya menekan angka Stunting Pemerintah Kota Solo juga memastikan pendataan dilakukan secara berlapis, mulai dari pengajuan wilayah, verifikasi lapangan oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), hingga evaluasi berkala agar hunian tidak kembali kumuh.

Salah satu penerima manfaat, Sinta Yusefasari, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan bahkan akan mempergunakan bangunan sebagai kamar tidur

“Senang banget dapat bantuannya. Tahu-tahu disurvei, lalu diminta tanda tangan, dan bantuan material langsung cair. Rencananya untuk kamar tidur, soalnya anak saya masih usia satu setengah tahun,” katanya.


Dalam melakukan renovasi, tahap pertama telah selesai 26 unit, dan tahap kedua sebanyak 46 unit sedang berjalan, serta setiap rumah mendapat bantu Rp20 juta sehingga total anggaran mencapai Rp1,5 miliar.
(Dan)

Berita terkait