Temui Mentan Amran, Annisa Bawa Pulang Bantuan Alsintan, Irigasi hingga Pengembangan Jagung dan Kopi
Jakarta–Spektroom : Langkah jemput bola yang dilakukan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani membuahkan hasil. Dalam audiensi bersama Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman yang didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berhasil memperoleh sejumlah dukungan strategis untuk pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Dalam audiensi tersebut, Bupati Annisa didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Lasmiyati, sementara Mentan didampingi para pejabat eselon I Kementerian Pertanian, termasuk sejumlah Direktur Jenderal dan Direktur.
Audiensi tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat sekaligus memperjuangkan dukungan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kabupaten Dharmasraya.
Dalam pertemuan itu, Kementerian Pertanian menyetujui sejumlah dukungan bagi Kabupaten Dharmasraya, antara lain alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan pembangunan jaringan irigasi, serta program optimalisasi lahan pertanian.
Bupati Annisa mengatakan bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekitar 5.500 hektare lahan sawah yang tersebar di Kabupaten Dharmasraya.
"Dengan dukungan pemerintah pusat ini, kami optimistis produktivitas pertanian akan meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani," ujar Annisa.
Program optimalisasi lahan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi tanpa harus membuka lahan pertanian baru, melalui peningkatan kualitas infrastruktur dan pengelolaan lahan yang lebih efektif.
Selain sektor tanaman pangan, Annisa juga menyampaikan persoalan yang selama ini dihadapi para peternak unggas di Dharmasraya, yakni tingginya ketergantungan terhadap pasokan bahan baku pakan dari luar daerah.
Kondisi tersebut berdampak terhadap biaya produksi usaha ayam petelur maupun ayam pedaging yang terus meningkat.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menawarkan potensi pengembangan tanaman jagung seluas 14.961 hektare sebagai sentra produksi bahan baku pakan ternak.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Kementerian Pertanian. Pada tahap awal, Dharmasraya memperoleh dukungan pengembangan tanaman jagung seluas 820 hektare.
Bupati berharap luas pengembangan tersebut dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang sehingga kebutuhan bahan baku pakan ternak dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri.
"Ke depan kami berharap Dharmasraya mampu menjadi daerah yang mandiri dalam penyediaan bahan baku pakan ternak sekaligus memasok kebutuhan industri pakan," katanya.
Di sektor perkebunan, Kementerian Pertanian juga memberikan dukungan berupa program pengembangan tanaman kopi seluas 250 hektare.
Program tersebut akan dilaksanakan di kawasan perhutanan sosial sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Menurut Annisa, pengembangan kopi menjadi alternatif ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
"Daripada masyarakat menebang hutan, lebih baik dimanfaatkan untuk pengembangan perkebunan kopi yang produktif sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Annisa menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Kementerian Pertanian kepada Kabupaten Dharmasraya.
Ia menilai berbagai bantuan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan yang menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat.
"Sinergi ini sangat penting untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian, meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat Dharmasraya," tutup Annisa.
Program dukungan dari Kementerian Pertanian ini diharapkan menjadi momentum percepatan transformasi sektor pertanian Dharmasraya menuju sistem pertanian yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing, sejalan dengan agenda nasional mewujudkan swasembada pangan.(Ris1)