Terapis Wicara : Kecanduan Gadget, Picu Speech Delay
Spektroom - Speech Delay atau keterlambatan bicara seorang anak, sebagian besar dipicu penggunaan gawai.Bahkan data klinis di Klinik Terapi Wicara di Surakarta tercatat 80 persen anak yang menjalani terapi wicara terindikssi memiliki ketergantungan gadget. .
Di konfirmasi ( Senin 19/01/2026 ) Terapis Wicara Klinik Puspa, Rosita Wulandari, mengungkapkan mayoritas orang tua melakukan pola asuh yang salah dengan memberikan gadget sebagai sarana instan untuk menenangkan anak yang rewel.
Selain itu, kurangnya pendampingan saat anak diasuh oleh pengasuh atau kakek dan nenek memperburuk kondisi paparan layar pada anak.
"Hampir 80 persen di klinik kami itu semua anak memakai gadget, mayoritas karena pola asuh orang tua yang ingin menenangkan anak secara instan," ungkap Rosita Wulandari.
Dampak pemberian gadget pada anak usia 0 hingga 24 bulan sangat signifikan, mulai dari terhambatnya kemampuan bicara hingga gangguan emosi dan motorik.
Anak yang terlalu sering menatap layar cenderung pasif secara fisik sehingga kemampuan gerak dan kontrol emosinya tidak berkembang optimal.
Dalam penanganan speech delay menurut Rosita paling efektif dilakukan sebelum anak menginjak usia lima tahun melalui terapi intensif selama minimal enam bulan.
Jika anak sudah melewati usia tersebut tanpa penanganan, kondisi keterlambatan bicara dikhawatirkan akan berkembang menjadi gangguan atau disorder yang lebih kompleks.
"Idealnya usia nol sampai dua tahun itu sama sekali tidak pegang gadget, sementara usia dua hingga lima tahun dibatasi tiga puluh menit saja," Jelas Rosita
Di himbau para orang tua untuk lebih banyak melibatkan anak dalam aktivitas fisik seperti bermain di taman atau membantu pekerjaan rumah tangga yang ringan. Kerja sama antara lingkungan rumah dan tim terapis menjadi kunci utama keberhasilan anak dalam mengejar kemampuan bicara sesuai usianya. (Dan)