Tiga Pasar di Sawahlunto Mulai Dibenahi, Anggaran Rp1,2 Miliar untuk Pasar Sapan dan Pasar Sawahlunto
Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto mulai membenahi sejumlah pasar yang kondisinya dinilai membutuhkan perhatian setelah bertahun-tahun minim perbaikan. Pada 2026, tiga pasar mendapat alokasi anggaran melalui Transfer Keuangan Daerah (TKD), yakni Pasar Sawahlunto, Pasar Sapan, dan Pasar Talawi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop) Kota Sawahlunto, Tatang Sumarna, mengatakan perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sarana perdagangan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat.
Menurut Tatang, kondisi Pasar Sawahlunto sudah cukup lama tidak mendapat pembenahan besar. Perbaikan terakhir, kata dia, dilakukan pada 2009.
“Sejak tahun 2009 Pasar Sawahlunto tidak ada perbaikan, bahkan kondisinya sudah mengkhawatirkan,” ujar Tatang, Kamis (13/8/2026).
Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,2 miliar untuk pekerjaan di Pasar Sawahlunto dan Pasar Sapan. Pekerjaan tersebut mencakup pembongkaran dan pembangunan kembali bagian pasar serta perbaikan sejumlah fasilitas.
Untuk Pasar Sapan, pembangunan juga diarahkan untuk memperbaiki tata ruang dan fasilitas perdagangan. Tatang memastikan revitalisasi tersebut tidak menghilangkan hak pedagang yang selama ini telah memiliki petak.
“Semua pedagang nantinya tetap mendapat tempat sesuai petak yang dimiliki sebelumnya,” katanya.
Selain bangunan utama, Pasar Sapan akan dilengkapi bangunan los. Desain los tersebut akan disesuaikan dengan bentuk los tempo dulu, sehingga unsur historis kawasan perdagangan tetap mendapat perhatian.
Pemerintah juga melakukan pembangunan dam dan tangga dari bibir jalan untuk mendukung akses menuju pasar serta meningkatkan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Sementara itu, pekerjaan di Pasar Sawahlunto lebih difokuskan pada perbaikan atap. Kondisi atap yang telah mengalami banyak kebocoran dinilai perlu segera ditangani agar tidak mengganggu aktivitas perdagangan, terutama ketika hujan.
Adapun Pasar Talawi mendapat pekerjaan pengecatan kembali dengan anggaran sekitar Rp191 juta.
Tatang mengatakan pembenahan tiga pasar tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki aspek fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pasar, menurut dia, merupakan salah satu ruang publik yang memiliki fungsi penting dalam menggerakkan perekonomian lokal. Karena itu, kondisi sarana dan prasarana perdagangan perlu dijaga agar tetap layak digunakan.
Di sisi lain, pembenahan pasar juga dinilai memiliki arti penting bagi Sawahlunto yang dikenal sebagai kota warisan budaya dunia UNESCO. Perbaikan sarana perdagangan diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga karakter dan identitas kota.
“Diharapkan perbaikan tiga pasar tersebut dapat membawa kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli serta memperindah wajah Sawahlunto sebagai kota warisan budaya dunia UNESCO,” pungkas Tatang.
Dengan perbaikan tersebut, pemerintah daerah berharap aktivitas perdagangan di tiga pasar dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertata, sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah.