Tiga Ruang Kelas SDN Ambulu 04 Ambruk, 71 Siswa Terdampak, BPBD Lakukan Asesmen dan Koordinasi Lintas Sektor
Tim melakukan pendataan kerusakan, dokumentasi, serta identifikasi kebutuhan penanganan darurat maupun rencana rehabilitasi.
Jember, Spektroom - Insiden ambruknya atap gedung sekolah terjadi di SDN Ambulu 04 yang berlokasi di Jalan KH. Hasyim Asy’ari No. 13, Dusun Langon, Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu, RT/RW 01/30, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Peristiwa ini berdampak pada tiga ruang kelas belajar berukuran 8x8 meter yang digunakan oleh siswa kelas 1, 2, dan 3. Total sebanyak 71 siswa terdampak, terdiri dari 20 siswa kelas 1, 25 siswa kelas 2, dan 26 siswa kelas 3. Laporan asesmen resmi disampaikan pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 17.00 WIB kepada Bupati Jember dengan tembusan kepada Kepala BNPB di Jakarta, Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Sekda Kabupaten Jember, serta sejumlah kepala dinas terkait termasuk Dinas PUPR, Dinas PRKPLH, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, serta Camat Ambulu. Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat menyangkut keselamatan peserta didik dan keberlangsungan proses belajar mengajar.
Berdasarkan kronologis kejadian, Kabupaten Jember diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, seminggu terakhir. Kondisi bangunan sekolah yang sudah tua dan sebagian kayu penyangga atap yang lapuk diduga menjadi faktor utama melemahnya struktur bangunan.
Sekitar pukul 09.30 WIB, atap ruang kelas 1, 2, dan 3 tiba-tiba ambruk. Beruntung, saat kejadian berlangsung para siswa sedang menjalani jam istirahat di luar kelas sehingga tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka. Meski demikian, kerusakan fisik bangunan menyebabkan aktivitas pembelajaran terganggu secara signifikan.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo kepada spektroom.co.id Selasa (24/02/2026) mengatakan, menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Jember melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, pemerintah desa, serta instansi terkait guna melakukan asesmen menyeluruh di lokasi.
Tim melakukan pendataan kerusakan, dokumentasi, serta identifikasi kebutuhan penanganan darurat maupun rencana rehabilitasi. Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar dialihkan ke ruang UKS (kesehatan), perpustakaan, dan ruang BP agar proses pendidikan tetap berjalan meskipun dalam keterbatasan. Unsur yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain BPBD Kabupaten Jember, TNI, Polri, perangkat desa, RT/RW, serta warga sekitar yang turut membantu pengamanan area terdampak.
“Kondisi terkini menunjukkan bahwa material bangunan yang ambruk masih berada di lokasi dan belum dilakukan perbaikan fisik secara permanen,” ungkapnya.
Edy menjelaskan, area terdampak telah diamankan untuk mencegah risiko tambahan, terutama apabila terjadi hujan susulan. Hingga saat ini, tidak terdapat kendala berarti dalam proses asesmen dan koordinasi lintas sektor. Namun, kebutuhan akan pembangunan kembali ruang kelas menjadi prioritas agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.
Sebagai rekomendasi, BPBD Kabupaten Jember menghimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca hujan yang dapat memperparah kondisi bangunan tua atau tidak layak. Laporan ini juga diteruskan kepada dinas terkait untuk segera mengajukan pembangunan kembali ruang kelas yang terdampak.
“Diharapkan melalui sinergi antara pemerintah daerah dan instansi terkait, proses rehabilitasi dapat segera direalisasikan demi menjamin keselamatan dan keberlanjutan pendidikan bagi para siswa SDN Ambulu 04, kabupaten Jember Jawa Timur,” pungkasnya. (Budi S)